Wednesday, 11 February 2015

JIKA TINGKAT KEBERHASILAN OPERASI DI ATAS 90% , APAKAH NYERI JUGA HILANG DI ATAS 90% SETELAH OPERASI ?

    Ketika kita menghadapi vonis harus operasi, agar keluhan nyeri yang diderita bisa sembuh, ada 1 pertanyaan yang pasti ditanyakan. Berapa prosentase tingkat keberhasilan operasi yang akan dilakukan ? Diatas 90%, hampir semua jawaban yang didapat seperti itu. Kami pun yakin seperti itu, dengan keahlian petugas medis dan dukungan teknologi yang begitu canggih, angka 90% tidak diragukan. Tetapi jika pertanyaannya ditambahkan sebagai berikut : Berapa prosentase keberhasilan operasi  akan menghilangkan nyeri yang di derita  ? Apa jawaban yang sering diterima? Ternyata banyak yang menjawab hanya 50%, artinya bisa nyeri hilang atau berkurang atau bisa nyeri tetap ada, dan  bisa pula tambah efek samping operasi dan lain - lain.

Inilah masalahnya, operasi sukses dilakukan, tetapi nyeri tetap ada , bahkan ditambah efek samping yang tidak kita inginkan.

Tantangan yang dihadapi oleh semua masyarakat medis adalah memastikan dan mampu menegakkan diagnosa secara tepat. Untuk itulah penghargaan berupa kepercayaan bahkan materi akan didapatnya.

Pada praktek sehari - hari, kami sering menjumpai klien yang sudah melakukan operasi dan tidak sembuh, bahkan ditambah efek samping yang masih terus diderita selama bertahun - tahun setelah operasi.

Jika anda harus menghadapi operasi, mungkin ada beberapa pertanyaan yang harus bisa dipastikan dengan baik , antara lain sebagai berikut :

1. Mengapa saya harus operasi ?
2. Jika selesai operasi, apakah masalah yang ada tidak pindah ke area lain ? 
    Misal, untuk kasus HNP, apakah setelah operasi pada L4-L5, apakah tidak akan muncul 
    di L3-L4 ?
    Jika mungkin pindah, berarti anda harus siap operasi lagi. 
3. Apakah dijamin setelah operasi nyeri yang di derita akan hilang ?  
    Jika tidak, bisa jadi anda salah operasi dan akan operasi lagi.
4.  Apakah efek samping setelah operasi ? Ketahuilah dengan jelas.

Jika anda tidak sanggup dengan semua kemungkinan negatif yang mungkin timbul setelah operasi , carilah pendapat lain atau second opinion.

Bagaimana pendapat kami di Sanctuary Mind?
Walaupun moto kami "Tanpa Obat dan Operasi" , bukan berarti kami tidak menyetujui tindakan operasi. Kami sangat percaya, banyak kasus nyeri juga dapat sembuh setelah operasi dan memang seharusnya demikian.

Apakah ada klien yang menurut dokter harus operasi, ternyata bisa sembuh tanpa operasi?
Pertanyaan yang sangat menarik, berikut data yang kami punya.

Daftar keluhan yang paling sering dialami klien kami sebagai berikut :

1. Nyeri punggung bawah yang menjalar sampai ke kaki.
    Diagnosa : Saraf terjepit (HNP), sciatica
    Tindakan medis yang disarankan : operasi pada area terjadinya HNP lumbar
2. Nyeri lutut
    Diagnosa : Pengapuran (Osteoartritis) sering di singkat OA
    Tindakan medis yang disarankan : operasi lutut
3. Nyeri Leher yang kadang menjalar ke bahu dan lengan.
    Dignosa : Saraf terjepit (HNP) di leher 
    Tindakan medis yang disarankan :  operasi pada area terjadinya HNP servical
4. Nyeri pada jari tangan
    Diagnosa : Carpall Tunel Syndrome (CTS)
    Tindakan medis yang disarankan : operasi pada posisi sabuk terowongan carpal.

    Beberapa klien yang datang, sudah menjalani operasi dan tidak sembuh, kami menyebutnya post rehabilitasi, tetapi sebagian besar klien yang datang adalah Orang Yang Takut Operasi.

Karena itulah mereka menghindari operasi dan mencari alternatif terapi yang tanpa operasi, salah satunya kami, Sanctuary Mind.

Pertanyaan apakah bisa sembuh ? Dengan rendah hati, sebetulnya jika kami mau, bisa saja, web site ini akan memuat ratusan testimoni kesembuhan klien yang seharusnya operasi, tetapi tidak jadi operasi.

Kami berdiri sejak 2010 dan praktek di tempat yang sama, dan fokus terapi nyeri saja , tentu saja tanpa obat dan operasi.

"Senam Penyeimbangan Otot" yang kami ciptakan sudah pula terdaftar di dirjen HAKI (paten). Senam ini banyak berhasil membatalkan rencana operasi , bahkan yang sudah rencana seminggu ke depan operasi.

Dengan senam ini, dimana setiap orang bisa melakukannya secara mandiri di rumah, kami mengajak masyarakat untuk bertanggung jawab terhadap masalah kesehatannya sendiri, tidak menyerahkan semata- mata pada petugas medis atau orang lain.

Anda tidak harus percaya, tetapi dengan banyaknya testimoni yang ada , kami harap bisa menjawab apakah nyeri bisa sembuh Tanpa Obat dan Operasi.

Salam,
Sanctuary Mind

DISCLAIMER
Tidak ada jaminan, bahwa efek positif dari terapi bisa langsung dirasakan pada setiap klien. Hasil terapi, bisa berbeda - beda pada setiap klien.

Sunday, 21 December 2014

SERI KISAH PERJALANAN BEBAS DARI NYERI, IBU MIEKE WIJAYA P, TIDAK JADI OPERASI LUTUT (KORAN JAWA POS, KAMIS, 27 FEBRUARY 2014)

TEKS BERSTABILO , IBU MIEKE BERBAGI KISAH BEBAS DARI NYERI LUTUT
Berikut adalah Seri dari Artikel yang mengisahkan perjalanan klien bebas dari nyeri , dimana sering kali klien  mengalami nyeri yang sepertinya tidak tersembuhkan walaupun sudah mencoba berbagai metoda pengobatan. 

Kisah Ibu Mieke, juga termuat di berita Koran Jawa Pos, pada rubrik Life ! Begin at 50 , terbitan Kamis, 27 February  2014. Foto Ibu Mieke, urutan ke 5 dari kiri.


Nama Klien : Ibu Mieke Wijaya P
Usia saat ini : 58 Tahun
Aktifitas Pekerjaan : Wiraswasta, Surabaya
Hoby : Olahraga ,dance
T.  Apa saja keluhan nyeri yang ibu alami.

J.  Saya menderita nyeri lutut sebelah kiri, mula - mula bisa saya toleransi, tetapi lama kelamaan nyeri tidak tertahankan, sehingga saya harus memakai tongkat untuk berjalan. 

T.  Aktifitas apa saja yang tidak bisa dilakukan akibat nyeri.

J.  Untuk berjalan nyeri apalagi untuk naik tangga, lebih nyeri lagi, sehinga kemana mana saya harus pakai tongkat.

T. Kronologis pengobatan apa saja yang telah ibu lakukan .

J. Saya sudah berkonsultasi ke dokter dan diberi obat panahan rasa nyeri, tetapi dokter juga mengingatkan saya, sampai kapan harus minum obat ? Efek samping kerusakan pada ginjal juga diperingatkan oleh dokter. Akhirnya ke dokter orthopedi  dan disarankan untuk operasi penggantian sendi lutut. Untuk second opinion saya juga periksa ke dokter di Singapura, dan jawabannya sama, harus operasi juga, walau metoda operasinya  berbeda dengan yang sarankan dokter di Surabaya.
Karena nyeri sudah sangat menyiksa, pada bulan Desember 2013, saya putuskan untuk operasi di Singapura. Pada hari H operasi, ternyata gula darah saya tinggi, jadi terpaksa operasi ditunda dan saya balik ke Surabaya

T. Dari mana  Ibu mengetahui Terapi Nyeri Sanctuary Mind

J. Desember 2013 saya bertemu dengan Bp. Dominicus , melihat kondisi saya yang berjalan menggunakan tongkat, saya di sarankan terapi di Sanctuary Mind. Tetapi saya sudah kapok terapi - terapi, karena banyak terapi yang saya lakukan, tetapi tidak ada hasilnya. Kemudian Bp. Dominicus memberikan 1 teknik terapi yaitu "Cara Berjalan yang Benar". Karena sangat mudah, jadi saya coba saja. Setelah saya coba terapi "Cara Berjalan yang Benar" selama 1 minggu, ternyata nyeri lutut berkurang, padahal hanya merubah cara jalan saja. 

T. Kapan awal terapi dan kronologis hasil terapi beserta berapa kali konsultasi ke  Sanctuary Mind.

J. Awal Jauari 2014, saya terapi ke Sanctuary Mind, dan diberikan beberapa gerakan senam yang harus saya latih sendiri di rumah. Setiap hari secara rutin saya latih dan kondisi nyeri berangsur - angsur hilang. Setelah sekitar 1 bulan saya berlatih, saya coba naik tangga dan ternyata sudah tidak nyeri lagi.
Saya datang terapi ke Sanctuary Mind hanya 1 x saja

T. Mohon Ibu ceritakan kondisi saat ini, 22 Desember 2014

J. Kondisi saat ini saya tidak lagi terganggu nyeri lutut . Tetapi saya juga menjaga diri untuk tidak terlalu memforsir dalam beraktifitas, dan tetap mempraktekkan "Cara Jalan Yang Benar". Dengan kondisi tidak nyeri lagi, tentu saja saya sudah batalkan rencana operasi lutut di Singapura. Saya merasa sangat beruntung tidak jadi operasi.

T. Pesan ibu untuk pembaca sharing Seri Kisah Perjalanan Bebas Dari Nyeri, yang mungkin saat ini juga mengalami nyeri yang sama dengan yang pernah ibu alami.

J. Ketika saya mampu berjalan tanpa tongkat, banyak teman yang mengira saya sudah operasi pada lutut, padahal saya belum operasi. Saya jelaskan, saya  terapi di Sanctuary Mind dan saya banyak merekomendasikan teman dan kolega untuk terapi di Sanctuary Mind jika mereka punya keluhan nyeri. . Apa ruginya terapi, mudah cara terapinya dan  relatif aman, karena tanpa obat dan operasi. Saya sarankan untuk telp dahulu untuk mendiskusikan keluhan nyerinya, karena belum tentu semua nyeri bisa di sembuhkan di Sanctuary Mind. Saya juga mengingatkan bahwa kunci keberhasilan terapi ini hanya rutin latihan sesuai petunjuk..

salam,
sanctuary mind

nb. Kliping Koran Jawa Pos, terbitan 27 February 2014, sengaja kami simpan untuk kami tampilkan di terapinyeri.com  pada waktu tertentu,.Kebetulan hari ini adalah Hari IBU, tgl 22 Desember 2014 bisa kami tampilkan. Dan yang terpenting, ibu Mieke Wijaya P tetap bebas nyeri lutut sampai sekarang tanpa obat dan operasi

DISCLAIMER
Tidak ada jaminan, bahwa efek positif dari terapi bisa langsung dirasakan pada setiap klien. Hasil terapi, bisa berbeda - beda pada setiap klien.

Tuesday, 2 December 2014

SERI KISAH PERJALANAN BEBAS DARI NYERI, IBU FALISTIN TJHAJAKAMEL, NYERI DAN KAKU PADA JARI - JARI TANGAN



Ibu Falistin Tjhajakamel
Berikut adalah Seri dari Artikel yang mengisahkan perjalanan klien bebas dari nyeri , dimana sering kali klien  mengalami nyeri yang sepertinya tidak tersembuhkan walaupun sudah mencoba berbagai metoda pengobatan. Artikel ini kami buat dalam format Tanya Jawab.
Nama Klien : Ibu Falistin Tjhajakamel 
Usia saat ini : 52 Tahun
Aktifitas Pekerjaan : Bekerja di perusahaan EMKL, Surabaya
Hoby : Olahraga renang, biasanya seminggu 3 x
T.  Apa saja keluhan nyeri yg dialami dan kapan mulai merasakan nyeri serta  apa dugaan ibu saat itu, mengenai penyebab nyeri.

 J.   Saya mulai merasakan nyeri  dan kaku pada jari-jari tangan pada bulan Agustus 2013, Awalnya saya mengira rasa nyeri dan kaku akibat tidak melakukan kegiatan rumah tangga. Karena selama ini pembantu yang mengerjakannya. Selama 1 minggu pembantu pulang mudik Lebaran, Jadi saya mengambil alih pekerjaannya.

T.  Aktifitas apa saja yang tidak bisa dilakukan akibat nyeri.

J.  Saya merasa sakit nyeri / sakit kalau saya melakukan tekanan dan menggenggam.Untuk menulis / membuat tanda tangan dan pekerjaan kantor lainnya saya merasa kesakitan. Bahkan untuk menggosok gigi, mencuci piring / pekerjaan yang ringan saya merasakan kesakitan. Punggung tangan saya terasa sakit sekali.

T. Kronologis pengobatan apa saja yang telah ibu lakukan dan jelaskan pula efek  dari setiap pengobatan yang dilakukan.

J. Seiring berjalannya waktu, rasa nyeri/sakit semakin bertambah. Untuk mengobati rasa sakit tersebut saya berobat ke akupuntur, Dokter Spesialis Fisik dan Rehabilitasi Medik, Dokter Syaraf, dan lain - lain. Oleh Dokter Syaraf , saya didiagnosa hanya otot tegang dan ada juga dokter yang mendiagnosa peredaran darah kurang lancar.   
Saya di beri obat-obatan dan bahkan sempat disuntik di beberapa bagian tubuh. Rasa sakit berkurang sementara dan setelah obat - obatan yang diminum habis, rasa sakit semakin menjadi dan bahkan seluruh tubuh saya sakit/njarem. 
Rasa sakitnya seperti kalau orang yang tidak pernah berolahraga tiba-tiba berolahraga berat. Padahal saya masih melakukan kegiatan renang 1 minggu 3X, dan setiap kali renang saya melakukan kegiatan 20 X 50 meter. Kalau sudah duduk agak lama untuk berdiri dan berjalan saya merasa sakit.

T. Tempo hari  ibu pernah cerita mengenai konsumsi obat herbal yang akhirnya harus dihentikan karena dikuatirkan ada efek negatifnya, mungkin ibu bisa ceritakan kronologisnya.

J.  Saya pernah di beri teman obat herbal/chinese medicine katanya ada saudara/familinya yang minum obat tersebut, kakinya yang bengkak dan sakit / tidak bisa berjalan, minum obat tersebut sembuh.
Saya mencobanya, setelah beberapa hari, sembuh total seperti sebelum sakit. Teman saya menganjurkan untuk di minum 3 botol, dengan dosisnya di kurangi. Dari 3 x sehari, 2 x sehari, dan 1x sehari. Dalam proses minum obat tersebut, tanpa saya sadari sebelumnya, saya mengalami kesulitan tidur.
Akhirnya saya telp teman saya yang memberi obat tersebut, ternyata dia juga nggak bisa tidur  - selalu berjaga. Kemudian saya berkesimpulan : jangan – jangan  itu obat doping / mengandung steroide. Akhirnya saya memutuskan berhenti minum obat tersebut , saya sempat minum 1 1/2 botol. Satu minggu  kemudian, kaku / nyeri tangan kembali sakit dan bahkan lebih parah karena badan saya tambah sakit seperti njarem di seluruh tubuh.

T. Darimana Ibu mengetahui Terapi Nyeri Sanctuary Mind
   
J.  Dari Ibu. Lina, yang juga pasien dari Bp. Dominicus ( Ibu Lina Klien dengan keluhan Saraf Terjepit (HNP) )

T.  Kapan awal terapi dan kronologis hasil terapi beserta berapa kali konsultasi ke  Sanctuary Mind.
   
J.  Terapi pertama,  pada Bulan Februari 2014. 2 Minggu setelah kunjungan yang pertama saya kembali lagi ke Bp.Dominicus untuk mengecek apakah gerakan yang saya lakukan itu benar apa tidak. Total kunjungan yang saya lakukan hingga saat ini sebanyak 4X. Melalui kegiatan terapi yang rutin saya lakukan setiap hari, rasa njarem di tubuh saya berangsur-angsur hilang dan tubuh saya menjadi lebih enak. Punggung tangan saya sudah tidak sakit lagi dan untuk kegiatan menggosok gigi / menulis, dan lain - lain bisa saya lakukan tanpa rasa sakit walaupun jari-jari tangan saya masih kaku terutama di pagi hari. Terapi ini sangat menolong saya didalam proses penyembuhan ini.

T.  Mohon Ibu ceritakan kondisi saat ini.
   
J.  Kondisi saat ini saya menjadi lebih segar/fit bahkan kalau saya berenang tubuh menjadi lebih ringan dan lebih nyaman di air. Melalui terapi ini, tanpa saya sadari tangan saya yang sakit kalau memakai bra atau menggosok punggung belakang dapat saya lakukan tanpa rasa sakit. 

T. Pesan ibu untuk pembaca sharing Seri Kisah Perjalanan Bebas Dari Nyeri, yang mungkin saat ini juga mengalami nyeri.

J.  Jangan putus asa dan berhenti berlatih, karena proses penyembuhan ini memerlukan waktu dan disiplin yang kuat. Syukur pada Tuhan karena Rahmat kesembuhan yang diberikan kepada saya melalui Terapi Nyeri Sanctuary Mind / Bp. Dominicus.

salam,
sanctuary mind

DISCLAIMER
Tidak ada jaminan, bahwa efek positif dari terapi bisa langsung dirasakan pada setiap klien. Hasil terapi, bisa berbeda - beda pada setiap klien.

Sunday, 23 November 2014

NYERI CENUT - CENUT DI LEHER AKIBAT KECETIT

Berikut komentar Ibu Kartika, Surabaya, yang terapi di tempat kami tgl 25 Oktober 2014  :

" Sebulan lalu, sehabis dari liburan ke luar negeri, saya mengalami nyeri cenut - cenut di leher. Saya menduga akibat terus menerus membawa tas yang saya rasa cukup berat. Setelah tiba di Surabaya, segera saya ke rumah sakit dan ditangani dokter Orthopedi. Oleh dokter , di diagnosa spasme otot leher. Saat itu  diberikan tindakan fisiotherapy , tetapi saya merasa belum ada perubahan cenut - cenutnya. Dokter memberi masukkan bahwa obat untuk otot yang diberikan belum di minum.  Setelah minum obat sehari, dua hari, tetapi ternyata nyeri cenut - cenut di leher belum mereda juga. Akhirnya saya minum obat penahan rasa nyeri , dan ini berhasil. Jadi agar tidak nyeri  , saya setiap hari harus meminum obat penahan rasa nyeri yang hanya bertahan sekitar 24 jam saja.

      Saya sungguh tidak nyaman dengan kondisi ini, sampai kapan saya harus minum obat penahan rasa nyeri ?  Akhirnya saya cari informasi di internet. Banyak sekali pengobatan alternatif yang ditawarkan, salah satu yang paling menarik adalah terapi Chiropractic . Setelah saya baca, ternyata mereka fokus di tulang belakang  bukannya otot, padahal saya yakin ini masalah otot, bukannya tulang. Akhirnya ketemu Sanctuary Mind, dimana ada artikelnya yang membahas beda-kecetit-dan-saraf-terjepit , saya pikir artikel ini beda dengan yang lain dan mampu menjelaskan kondisi nyeri yang saya alami.  Akhirnya , saya mau mencoba, setelah mohon ijin ke suami dan diantar untuk  terapi. 

      Sewaktu datang, leher saya masih terasa nyeri cenut - cenut, tetapi setelah melakukan gerakan Senam Penyeimbangan Otot, akhirnya cenut - cenut di leher hilang. " 

        Hari ini tgl 23 November 2014, saat aktikel ini dibuat, kami mendapat konfirmasi bahwa kondisi nyeri cenut - cenut  ibu Kartika tidak kambuh lagi.

salam,
sanctuary mind

DISCLAIMER
Tidak ada jaminan, bahwa efek positif dari terapi bisa langsung dirasakan pada setiap klien. Hasil terapi, bisa berbeda - beda pada setiap klien.

Sunday, 12 October 2014

NYERI BELIKAT ( ENTONG - ENTONG) DAN PANGKAL LEHER

Berikut komentar dari Bp. Syamsul Ma'arif , Jakarta.

" Saya menderita nyeri belikat (entong - entong) sampai pangkal leher yang sangat menyiksa. Keluhan ini saya alami sejak Maret 2012. Sebelumnya saya sudah melakukan "Wisata Terapi" di Jakarta dan sekitarnya, dimana banyak sekali terapi yang saya lakukan . Misal : pijat (sangat banyak) , Chiropractic (hanya 10 x terapi, biayanya sangat mahal, dan belum menunjukkan hasil ), terapi Akupunture pakai setrum, terapi gravitasi, Yumeiho (hanya 3 x)  dll.

Semua terapi diatas bagus, tetapi mungkin tidak cocok bagi saya , sehingga saya  tidak sembuh. Hal  yang memberatkan saya , terapi diatas mengharuskan saya terapi berkali - kali , seminggu setidaknya 2x.  Selain biaya yang besar , juga mengganggu pekerjaan saya karena harus datang terapi seminggu 2 x.

Awal Januari 2014, saya pulang kampung di Lamongan, saya browsing di internet, kebetulan ketemu "Terapi Nyeri Sanctuary Mind", dimana memberikan teknik terapi tanpa pijat, tanpa obat dll. Sebagian besar klien hanya cukup 1 x datang, biaya hanya Rp. 200.000,- ( sampai saat ini Oktober 2014 ternyata masih sama). 

Saya tidak percaya dan penasaran, apa mungkin tanpa pijat dan obat bisa menyembuhkan keluhan saya, dimana selama lebih 1 tahun sudah berbagai cara pengobatan saya lakukan ternyata belum berhasil juga.

Akhirnya saya terapi juga , dan betul, saya hanya diberikan beberapa gerakan seperti senam yang dapat dengan mudah saya lakukan di rumah, jadi saya tidak perlu datang lagi. Terapi pertama di Sanctuary Mind , nyeri sudah berkurang.  Setelah 2 hari terapi sendiri di rumah, saya sudah bisa tidur nyenyak, sebelumnya hampir setiap jam saya terbangun dari tidur , karena belikat nyeri.

Pulang ke Jakarta, tetap saya lakukan terapi sendiri di rumah , genap 2 minggu terapi di rumah, nyeri belikat hilang sama sekali, hanya sedikit nyeri di pangkal leher. Sekitar 1 bulan terapi di rumah seluruh nyeri belikat dan pangkal leher sembuh total. Ada hal yang mengherankan, sebelum terapi lutut saya yang kanan kalau dibuat jongkok sangat nyeri, ternyata setelah melakukan terapi,  sembuh dan tidak nyeri lagi untuk dibuat jongkok.

Sebetulnya saya mau membuat testimoni bulan February 2014, tetapi saya masih penasaran, karena nyeri hilang dengan cepat dan apakah kondisi ini bertahan lama ?. Tetapi ternyata sampai hari ini 12 Oktober 2014  nyeri tidak timbul lagi. Saya datang lagi  ke Sanctuary Mind karena pulang kampung di Lamongan dan ingin membeli buku "Senam Penyeimbangan Otot" , sekalian membuat testimoni.

Ternyata benar apa yang diinformasikan Sanctuary Mind, "Tanpa pijat, Tanpa Obat, Tanpa Operasi" dan saya kebetulan hanya cukup 1 x datang, biaya sangat murah."

salam,

sanctuary mind

DISCLAIMER
Tidak ada jaminan, bahwa efek positif dari terapi bisa langsung dirasakan pada setiap klien. Hasil terapi, bisa berbeda - beda pada setiap klien.


Friday, 8 August 2014

NYERI KARENA KENA SANTET ?

      Melihat judul diatas, mungkin pembaca yang budiman mengira kami bisa mengobati orang yang kena santet. Jadi, kami tegaskan di awal " Kami tidak bisa mengobati orang kena santet".  Judul diatas adalah keluhan beberapa klien yang menderita nyeri , dan menduga kena santet. Berikut sharing kami panjang lebar yang sungguh menarik untuk di simak.

       Berikut  2 contoh keluhan klien yang merasa kena santet:

1. Seorang Ibu mengatakan : " Setiap sekitar jam 10 malam, bahu dan tangan nyeri seperti ditusuk - tusuk, tetapi ketika ayam berkokok pada pagi hari, nyeri berkurang dan siang hari sudah tidak nyeri lagi . Saya yakin , ini akibat di santet oleh mantan pacar anak saya, karena saya tidak merestui hubungannya "

Hasil diskusi : sudah periksa ke dokter dan tidak ditemukan penyebab nyeri yang dialami.

2. Seorang bapak mengeluh : " Tulang kering saya nyeri, sudah diperiksa dokter tidak ada yang salah, sudah kemana - mana dan saya baru tahu kalau ternyata di kaki saya ada Jin nya, sudah 3 dukun yang mengatakan hal yang sama"

Hasil diskusi : dukun - dukun yang didatangi  tidak bisa menyembuhkan, karena kalah sakti dengan dukun yang menyantet dan memasang jin di kaki klien.

"Nyeri mungkin tidak mengancam jiwa, tetapi deritanya tidak terkira." Hidup kita terampas, jika sudah mengalami nyeri.  Jika anda belum mengalami nyeri mungkin tidak akan percaya dengan ungkapan diatas. Kedua klien mengalami nyeri sudah lebih dari 1 tahun, dan sudah menyiksa hidup.

    Kami membaca banyak artikel yang menginformasikan tetang santet, dan kebetulan ada 1 klien yang ternyata adalah tukang santet. Inilah kesempatan baik untuk berdiskusi langsung pada praktisinya. Dulu kami fokus pada teknik penyembuhan Energy Healing dan sekarang kami lebih fokus pada Senam Penyeimbangan Otot. Sekedar info, jika anda membuka tempat terapi, kadang yang datang terapi hanya ingin menguji saja, karena sebenarnya mereka juga praktisi penyembuhan, mungkin saja metodanya berbeda.  Ini lah yang kami alami. 

   Awalnya mengeluh jari - jarinya nyeri, mengingat usia masih muda, kami menduga akibat kecelakaan atau penggunaan yang berlebih (over use) , ternyata benar, beliau mengaku bekerja sebagai pemijat. Setelah sesi terapi, ternyata beliau berkenan untuk membuka diri dan dengan jujur mengatakan bahwa juga berpraktek sebagai tukang santet. 

     Karena kebetulan kami juga menguasai energy healing, sedikit kami test beliau untuk mendeteksi beberapa ruang di komplek gedung kami yang punya penyimpangan energy (angker) , dan ternyata tepat hasil deteksinya. Jadi kami cukup yakin beliau adalah tukang santet.

      Hal baru yang kami dapatkan, bahwa santet sekarang sudah lebih maju, lebih halus, dan tersamar. Jika dulu santet mengirim benda - benda masuk ke tubuh yang disantet dan bisa meninggal, saat ini pemesan santet bisa memilih untuk hanya membuat klien tersiksa dan tidak meninggal. Caranya ? membuat nyeri bagian tubuh tertentu.Teknik santet adalah permainan pengiriman energy dan sering disertai ritual tertentu sesuai ilmu yang dimiliki dan diyakini si tukang santet. Santet yang menyebabkan nyeri pada bagian tubuh tertentu , bisanya merusak keseimbangan energy pada area tubuh yang dituju sehingga fungsi tubuh menjadi terganggu dan nyeri.

Contoh paktek jasa santet : 

Bp A order santet  untuk membuat nyeri di bahu  Bp. B,  sang tukang santet mampu mengatur jam berapa akan nyeri dan jam berapa akan sembuh sesuai order Bp. A. Jika Bp. B yang disantet percaya kena santet dan datang ke dukun yang katanya mampu menyembuhkan santet, maka terjadilah pelepasan atau pembersihan energy santet, maka nyeri akan sembuh.

Bp. A akan memeriksa apakah santet berhasil atau tidak, ketika tahu ternyata santet nya gagal atau lepas, maka akan order lagi . Kali ini mungkin minta santet yang lebih kuat dengan harapan tidak bisa di lepaskan olah dukun santet lain.  Jadi, tukang santet juga punya tingkatan ilmu , semakin tinggi ilmunya, semakin susah santet di lepas.

Sangat sering terjadi orang yang kena santet akan juga minta dukun santet yang menyembuhkannya untuk membalas santet, jadi kedua belah pihak saling menyantet . Ini jadi seru, karena perang santet tidak kelihatan mata, hanya mereka yang tahu siapa menyantet siapa dan yang kalah bisa meninggal.

Nyeri kena santet, biasanya tidak bisa di deteksi oleh sistem pengobatan medis pada umumnya, karena ini bentuk permainan energy.

Terakhir sebelum pulang, ada nasehat yang diberikan kepada saya " Pak, karena teknik Bp, bisa menyembuhkan nyeri, maka sebaiknya Bapak hati - hati terhadap pasien yang kena santet dan kebetulan sembuh di terapi di tempat Bapak. Karena tukang santet bisa jadi akan menyantet Bapak juga, karena jengkel santetnya dilepaskan atau digagalkan" . Mendengar nasehat ini, saya hanya berserah terhadap perlindungan Tuhan.


Kembali ke cerita awal.

Pertanyaannya, apakah kedua klien diatas benar menderita nyeri karena kena santet ?

Kami tegaskan " T I D A K   T A H U  "

Tetapi keduanya sembuh hanya dengan 1x datang dan hanya melakukan " Senam Penyeimbangan Otot " secara rutin .

Demikian sharing kami, mengenai klien yang menderita nyeri dan merasa diakibatkan kena santet. Semoga menambah pengetahuan kita semua.

salam,
sanctuary mind

DISCLAIMER
Tidak ada jaminan, bahwa efek positif dari terapi bisa langsung dirasakan pada setiap klien. Hasil terapi, bisa berbeda - beda pada setiap klien.

Wednesday, 21 May 2014

TELAH TERBIT, BUKU "SENAM PENYEIMBANGAN OTOT" , MEMBAHAS NYERI DAN SOLUSINYA DENGAN CARA YANG BERBEDA

          Jika anda mengalami nyeri otot yang tidak kunjung sembuh, scoliosis, kecetit yang sering kambuh, mungkin buku ini yang anda butuhkan.

          Kerinduan untuk membagikan pengalaman selama lebih dari 3 tahun berinteraksi dengan ribuan klien yang mengalami nyeri otot dan sendi, maka telah kami terbitkan sebuah buku yang yang berjudul "Senam Penyeimbangan Otot" tingkat dasar.

         Buku ini, membahas tentang nyeri dari sisi yang mungkin sama sekali berbeda dari buku - buku yang ada di pasaran. Seluruh Toko Buku Gramedia, Togamas dan Uranus di kota Surabaya, sudah kami jelajahi, untuk mencari buku yang membahas tentang nyeri. Tidak banyak buku yang membahas nyeri dan solusinya. Banyak buku hanya menjelaskan tentang nyeri,  tetapi tidak ada solusi yang jelas. Setelah baca, tetap tidak bisa menyembuhkan nyeri. Misal solusinya : jaga pola makan, istirahat yang cukup, olah raga secukupnya, jangan angkat beban berat, banyak minum air putih, jaga postur dll. Apakah ini solusi nyeri ? Menurut kami, tidak hanya saat  nyeri kita harus melakukan hal tesebut, setiap hari kita harus melakukan hal tersebut. Jadi itu bukan solusi yang spesifik dan jelas untuk mengatasi nyeri.

           Dengan memiliki buku ini, anda akan mendapatkan informasi gerakan senam penyeimbangan otot tingkat dasar,  persis seperti anda terapi di tempat kami .  Isi buku fokus pada bagaimana menyembuhkan nyeri , tanpa omong kosong, tanpa basi basi, tanpa obat dan operasi.

Data :
Ukruran Buku       :   B5
Kertas                    :   Art Paper
Warna  isi               :  Hitam Putih
Jumlah Halaman    :  44 halaman
Terbit                      :  Mei 2014
Harga jual Rp. 200.000,- /exp , belum termasuk ongkos kirim

Pemesanan bisa menghubungi kami di telp/sms : 031- 4025 4788 atau bisa juga email ke : sanctuarymind@gmail.com

salam,
sanctuary mind

DISCLAIMER
Tidak ada jaminan, bahwa efek positif dari terapi bisa langsung dirasakan pada setiap klien. Hasil terapi, bisa berbeda - beda pada setiap klien.