Monday, 21 November 2016

KENA SARAF KEJEPIT (HNP) , NYERI SEPERTI KESETRUM DARI PUNGGUNG SAMPAI KAKI

Berikut penuturan Bp . Mulyono Hadi Purwanto, dari Surabaya.

Bp. Mulyono Hadi Purwanto
" Awalnya saya mengalami kecelakaan lalu lintas, dimana saya naik sepeda, ditabrak sepeda motor dan saya jatuh dengan pinggul kena aspal terlebih dahulu. Tetapi kejadian itu saya anggap biasa dan saya merasa tidak ada keluhan berarti.  Beberapa hari kemudian , saat saya sedang bekerja, saya merasa sakit di punggung bawah yang menjalar sampai kaki dan segera saya pulang untuk  istirahat. Besok paginya saya tidak bisa berdiri, lutut lemas dan punggung bawah sampai punggung kaki terasa nyeri seperti kena setrum listrik.

Sebagai pertolongan pertama , saya berobat  ke tukang pijat sangkal putung, dan hari itu juga saya bisa berjalan lagi, walaupun tidak normal seperti sediakala. Setelah pijat 3 x, tukang pijat menyerah, karena dikatakan darah tidak mengalir dengan normal ke bagian kaki. 

Selanjutnya selama 4 bulan berikutnya saya ke dokter dan setiap minggu kontrol, tetapi belum ada kemajuan. Rasa nyeri seperti kesetrum dari punggung bawah sampai kaki, setiap saat tiada henti. Akibat sakit tersebut, saya tidak bisa tenang, seperti ikan Lele kena garam, jadi bergerak terus. (mulet (bahasa Jawa)). Sungguh siksaan tidak terkira.

Akhirnya pihak rumah sakit menyarankan untuk MRI, untuk bisa membuat diagnosa lebih baik mengenai keluhan yang saya derita.  Hasilnya saya positif kena Saraf Kejepit (HNP) di L3-L4. Mungkin ini akibat kecelakaan beberapa bulan sebelumnya.

Dokter menyarankan untuk operasi, saya sebenarnya tidak mau operasi karena takut lumpuh jika operasi gagal. Akhirnya saya pasrah setuju di operasi, setelah berdiskusi dengan istri. Operasi ditetapkan besok pagi.

Entah bagaimana, saat hari operasi tiba, ternyata , ruang operasi penuh, jadi operasi di tunda.  Akhirnya, yang tadinya melalui jalur non BPJS, saya putuskan ambil jalur BPJS. Setelah beberapa minggu belum dapat kepastian, karena harus antri, akhirnya saya putuskan batal operasi.

Mulailah saya berkelana mencari pengobatan alternatif. Tusuk jarum sekitar 16 x belum ada hasil. Refleksi 8 x , akhirnya tukang pijatnya menyerah, karena saat di tusuk telapak kaki saya tidak merasakan nyeri seperti kebanyakan orang. Sarafnya mungkin sudah mati, kata tukang pijat refleksi. 

Saya juga pernah ke dukun paranormal, disuruh beli minyak seharga Rp. 2 juta, untuk memagari rumah, karena katanya saya kena santet, ternyata setelah dipagari pakai minyak tersebut, saya tetap tidak sembuh. Akhirnya disuruh beli minyak lagi seharga Rp. 16 juta, karena yang nyantet sudah berubah pakai dukun santet yang lebih sakti. Untuk kali ini saya tolak, dan saya tidak datang lagi.

Pijat , kop, obat herbal dll sudah terlalu banyak dan tanpa hasil. Karena saat itu , jika ada informasi terapi yang bisa menyembuhkan saraf kejepit selalu saya datangi, walaupun itu di luar kota. Saya sangat ingin sembuh dan bebas dari siksaan nyeri ini.

Pernah juga terapi alternatif, dengan air panas dan alkohol yang sering tayang di TV , biaya paket terapi berjuta - juta, terapi selama 5 hari , saat itu terasa nyaman. Hari Minggu saya pulang, Senin malam sudah sakit lagi. Setelah saya hubungi terapi tersebut, katanya diminta tambah paket lagi. Saya putuskan tidak menambah paket, karena biayanya sangat mahal menurut ukuran saya.

Semula saya punya 2 mobil mikrolet, semua habis terjual untuk biaya pengobatan  - pengobatan tersebut.

Saya sudah habis biaya banyak dan tanpa hasil, sementara nyeri semakin menyiksa, tidak bisa tidur, jikapun tidur hanya sebentar , setelah bangun , langsung nyeri lagi. Sempat saya merasa putus asa, dan ingin bunuh diri saja supaya penderitaan ini berakhir, tetapi saya takut dosa, sehingga saya urungkan.

Setelah 7 bulan berobat tanpa hasil dan nyeri semakin menyiksa, pada 14 Januari 2016, saya terapi ke Sanctuary Mind. Saya tahu Sanctuary Mind dari istri saya yang browsing di internet. Setelah 1 x terapi dan saya terapkan di rumah secara rutin, mulai ada hasil, tetapi saya rasa belum maksimal.  Maret 2016, saya kembali untuk terapi lagi di Sanctuary Mind untuk memastikan apakah terapi sudah benar dan mungkin ada gerakan tambahan.

Akhirnya, Juli 2016, saya sembuh dan bisa aktifitas dengan normal. Semua teman dan saudara banyak yang tidak percaya, saya bisa sembuh tanpa operasi. Padahal dulu saya sempat dimarahi karena tidak mau operasi.

Jujur saja, untuk sembuh , saya melalui perjuangan keras untuk bisa rutin terapi sesuai petunjuk dari Bp. Dominicus Tan, founder Sanctuary Mind. Semua keluarga heran dengan ketekunan saya. Saya yakin terapi ini pasti berhasil karena ada kemajuan walaupun tidak banyak, tetapi semakin hari semakin baik. 

Mengenai biaya dan metoda terapi, selama pengalaman saya terapi, TIDAK ADA TERAPI YANG LEBIH MURAH DAN LEBIH MUDAH DARI TERAPI SANCTUARY MIND.

Berbeda dengan terapi lain, saya harus kembali berkali  - kali, tetapi di Sanctuary Mind justru diharapkan hanya 1 x datang terapi dan biaya sangat terjangkau.  Sangat berbeda.

Demikian testimoni saya, semoga berguna bagi penderita saraf kejepit."

Saat testimoni ini dibuat pada tgl 21 November 2016, Bp . Mulyono duduk diskusi sekitar 1 jam dan terbukti tanpa keluhan. Jika ingat saat datang terapi bulan Januari 2016, Bp Mulyono terus bergerak kesakitan seperti ikan Lele kena garam. Kami kagum dengan ketekunan beliau. Selamat untuk Bp. Mulyono Hadi Purwanto.

salam,
sanctuary mind

Lihat testimoni yang lain? Klik di sini 
Info tentang cara terapi? Klik di sini

Mau terapi , tetapi tidak bisa hadir di tempat terapi ? Tidak ada masalah, bisa ikuti Metoda Online Therapy (Terapi Jarak Jauh). Pertama dan Satu - Satunya di Indonesia. Klik Info & Biaya Terapi Jarak Jauh / Online Therapy


DISCLAIMER
Tidak ada jaminan, bahwa efek positif dari terapi bisa langsung dirasakan pada setiap klien. Hasil terapi, bisa berbeda - beda pada setiap klien.

Thursday, 17 November 2016

KENA SARAF KEJEPIT (HNP) KARENA LATIHAN YOGA ?

Untuk kesekian kali, hari ini, kami kembali menerima klien dengan keluhan saraf kejepit (HNP), sesuai hasil MRI , HNP terjadi di L4-L5. Kali ini klien dari luar kota.

Ketika kami tanyakan apa yang menjadi penyebabnya ? "Karena latihan Yoga Pak" begitu penuturannya.

Kejadian ini cukup banyak kami temui dalam praktek sehari - hari.

Pertanyaannya , "APAKAH BENAR, YOGA MENYEBABKAN SARAF KEJEPIT (HNP) ?" jawaban kami jelas "TIDAK"

Kalau tidak, mengapa banyak kasus cedera karena latihan Yoga ?

Berikut pendapat kami :

Semua aktifitas gerak memerlukan proses persiapan otot. Hampir semua klien yang cedera karena latihan yoga,  hampir selalu diakibatkan oleh :

1. Latihan yang kurang kontinyu, sering absen latihan.
2. Mengejar untuk bisa gerakan tertentu tanpa memperhatikan proses yang benar.(bersaing dengan sesama peserta latihan)
3. Sudah ada potensi cedera sebelum latihan.

Pertanyaan berikutnya, "APAKAH SEMUA GERAKAN YOGA, AMAN DILAKUKAN UNTUK SETIAP ORANG ? , jawaban kami jelas "TIDAK".

Setiap gerakan , mengaktifasi otot tertentu, bisa berakibat positif pada keluhan tertentu , tetapi bisa menjadi negatif pada keluhan tertentu pula.

Jadi setiap gerakan , kita harus tahu efeknya. Semisal obat, selalu ada efek sampingnya. Tanpa mengetahui efek sampingnya, justru berbahaya.

Sebagai contoh, gerakan cium lutut, menurut kami, baik untuk kasus stenosis,  tetapi sangat buruk untuk HNP.

Orang yang tidak paham , sangat mudah menjadi lebih parah, bahkan cedera jika melakukan gerakan tersebut.

Celakanya, ada orang yang tidak paham, dengan polosnya justru ingin tampil di youtube dengan memberikan contoh gerakan untuk saraf terjepit dll. Mereka belum tentu paham, tetapi mungkin tujuannya baik. Banyak klien kami, yang sudah mencoba beberapa gerakan di youtube dan gagal sembuh dari nyeri yang di derita.

Jadi, jika anda ingin latihan Yoga, atau olah raga apapun, pastikan anda dalam bimbingan orang yang paham. 

Ada klien menderita scoliosis, menjadi lebih parah setelah latihan Yoga. Kami yakin yang salah bukan Yoga, tetapi pelatihnya yang tidak paham, gerakan apa yang baik untuk Scolisosis.

Kami sering mendapat klien,  justru rekomendasi dari pelatih Yoga. Karena tidak semua pelatih Yoga paham tentang keluhan  nyeri, semisal: HNP, Stenosis, Sciatica, Piriformis, Sacroiliac Joint, OA dll. Mereka dengan bijaksana memberikan informasi ke klien, alternatif solusi yang mungkin bisa membantu.

Ibarat Yoga adalah lagu, jika terdengar sumbang, pasti bukan karena lagunya, tetapi karena penyanyinya tidak baik .

salam,
sanctuary mind
Lihat testimoni yang lain? Klik di sini 
Info tentang cara terapi? Klik di sini

Mau terapi , tetapi tidak bisa hadir di tempat terapi ? Tidak ada masalah, bisa ikuti Metoda Online Therapy (Terapi Jarak Jauh). Pertama dan Satu - Satunya di Indonesia. Klik Info & Biaya Terapi Jarak Jauh / Online Therapy



DISCLAIMER
Tidak ada jaminan, bahwa efek positif dari terapi bisa langsung dirasakan pada setiap klien. Hasil terapi, bisa berbeda - beda pada setiap klien.  

Saturday, 16 July 2016

TIDAK JADI OPERASI SARAF KEJEPIT (HNP), PADAHAL SUDAH DALAM ANTRIAN


Bp. Gatot Ristijono, Mengemudi Surabaya - Denpasar PP

Berikut  testimoni Bp. Gatot Ristijono, Surabaya. Beliau datang terapi bulan September 2014. 
  Keluhan yang dialami : nyeri akibat Saraf Kejepit dan sudah antri untuk menunggu operasi saraf kejepit, akhirnya tidak jadi operasi setelah melakukan terapi Sanctuary Mind .


Berikut penuturan Bp. Gatot Ristijono :
 
"Terima kasih sebelumnya, saya di beri kesempatan untuk bisa berbagi Testimoni / memberikan kesaksian yang saya alami sendiri.

1)Seperti dalam keseharian saya melakukan aktifitas rutin :
Bulan Agustus 2014, pagi hari.. saya siap berangkat kerja... saya mau mengeluarkan sepeda motor untuk berangkat bekerja.. tiba - tiba mendadak saya tidak bisa berdiri dan saya langsung duduk di lantai.. selang beberapa lama, sekitar 5 menit saya merasa kesakitan di belakang punggung, sampai telapak kaki, sangat  nyeri sampai saya tidak bisa duduk dan saya harus terlentang di lantai.. untuk masuk ke tempat kamar, saya harus diangkat dan di gendong. Dalam keadaan sakit, saya cuman bisa telentang di tempat tidur. 
Untuk pengobatan , awalnya saya lakukan pijat, tapi tidak ada kemajuan, malah semakin sakit semua. Selanjutnya periksa ke dokter specialis bedah syaraf, dari hasil pemeriksaan. dan melihat hasil MRI, dokter specialis bedah syaraf bilang, ini harus di operasi, karena urat saraf kejepit dan sudah sobek (istilah kedokteran HNP), dan perlu istirahat total 6 bulan. 

Dengan berbagai pertimbangan, selanjutnya  istri saya mengurus persiapan untuk operasi, kurang lebih hampir 3 minggu saya harus bolak balik ke rumah sakit, untuk  pemeriksaan semua hal menjelang operasi. Sambil menunggu jadwal antri operasi, keseharian, saya berjalan tertatih tatih memakai tongkat sebagai alat bantu berjalan, meskipun masih sakit. Hanya saja,  paling jauh 10 meter sudah sakit dan harus duduk istirahat dulu baru bisa jalan lagi.

2)Saya ke Sanctuary Mind sekitar awal September 2014
  Saya mengetahui  Sanctuary Mind dari manager atasan istri saya.

3)Kondisi saya waktu pertama datang di Sanctuary Mind saya masih berjalan tertatih-tatih sakit.

4)Pada saat pertama-tama melakukan terapi di Sanctuary Mind terasa lumayan agak sulit tapi saran dari Bp.Dominicus yang terus memberi semangat mendorong saya meneruskan terapi Sanctuary Mind dan setelah saya menyelesaikan latihan, sungguh terasa ada perubahan lumayan, lebih baik dibanding sebelum terapi.

5)Saya melakukan terapi di rumah setiap hari 1 x, selama 1 jam. Pada hari ke 14, saya merasakan semua anggota tubuh gerakan - gerakan  terasa enak dan bisa digerakan tanpa sakit.

6) Melanjutkan terapi di rumah 2 hari sekali setiap hari, selama 1 jam. Setelah 14 hari, saya merasakan sungguh benar sehat dan normal pada tubuh,  saya terasa sangat nyaman tanpa sakit.

7) Pada awal - awal melakukan terapi, memang agak kaku dan pada hari ke 4, semua latihan terapi berjalan dengan lebih baik dan nyaman.

8) Saya ke Sanctuary Mind datang hanya 1x pertemuan. Selanjutnya saya melakukan terapi sendiri di rumah.

Demikian Testimoni/kesaksian yang saya alami sendiri biar bisa menjadi semangat dan motivasi bagi banyak orang.













salam,
Gatot Ristijono"


Saat artikel ini kami buat, Bp. Gatot Ristijono, baru saja pulang liburan dari pulau Bali. Beliau mengemudikan mobil sendiri dari Surabaya ke Denpasar pulang pergi dengan tanpa keluhan nyeri. "Saya mengikuti Terapi yang diajarkan Pak Dominicus , Semua ini terjadi  karena kemurahan Tuhan" ujar Bp. Gatot Ristijono


Bp. Gatot Ristijono
Kondisi klien seperti diatas, sungguh membahagiakan kami. Ada beberapa klien kami yang datang terapi, ternyata karena melihat langsung kondisi Bp. Gatot, sebelum dan sesudah terapi di Sanctuary Mind.

Klien hanya cukup 1x datang terapi, itulah harapan kami. Biaya terapi kalau dibanding dengan biaya operasi kurang dari 1%.  Sungguh sangat murah.

Semangat, kemauan  dan kesediaan klien untuk terapi secara mandiri di rumah adalah syarat utama untuk sembuh.

Selamat buat Bp. Gatot Ristijono.

salam,
sanctuary mind

Lihat testimoni yang lain? Klik di sini 
Info tentang cara terapi? Klik di sini

Mau terapi , tetapi tidak bisa hadir di tempat terapi ? Tidak ada masalah, bisa ikuti Metoda Online Therapy (Terapi Jarak Jauh). Pertama dan Satu - Satunya di Indonesia. Klik Info & Biaya Terapi Jarak Jauh / Online Therapy


DISCLAIMER
Tidak ada jaminan, bahwa efek positif dari terapi bisa langsung dirasakan pada setiap klien. Hasil terapi, bisa berbeda - beda pada setiap klien.  

Wednesday, 29 June 2016

NYERI JARI TANGAN (CTS, TRIGGER FINGER & DE QUERVAIN)

Keluhan nyeri pada jari tangan ternyata beragam, setidaknya ada 3 keluhan utama yang bisa dikenali  yaitu :

1. CTS ( Carpal Tunnel Syndrome)


    Nyeri terjadi pada jari - jari, terutama pada jari jempol, telunjuk dan jari tengah. 
    Beberapa   kasus kami dapati  nyeri juga terjadi di jari manis.

2. Trigger Finger


    Nyeri terjadi pada jari tangan, dimana ketika jari menggenggam, dan tidak bisa 
    diluruskan  lagi,  sehingga  bunyi "klik" pada  sendi jari. Untuk  meluruskannya, 
    sering harus dibantu dengan tangan yang satunya. Banyak orang menyebutnya 
    dengan "Jari Macet " , karena tidak mau di luruskan  kembali.

3. De Quervain

    Nyeri terjadi pada  pangkal ibu jari (jempol) , dimana  nyeri  terjadi saat jari jempol 
    di tekuk dan di luruskan. Mengingat jari jempol sangat  dominan untuk memegang 
    dan memeras, jadi keluhan ini sangat menyiksa bagi orang yang sering melakukan 
    gerakan memeras. 

Selain 3 keluhan diatas, banyak keluhan lain yang biasa kami temui di tempat terapi kami, misal : punggung tangan bengkak ketika selesai memeras pakaian, ada juga klien yang punggung tangan bengkak setelah mengunakan obeng untuk reparasi, ada yang untuk aktivitas gosok gigi saja, jari tangan sangat nyeri, ada pula nyeri jari sampai bahu saat mengendarai sepeda motor . Pada kondisi yang parah, nyeri pada jari terjadi terus menerus, untuk membuka kaleng, mengetik bahkan menulispun merupakan siksaan. 

Mengenai penyebabnya nyeri diatas, secara medis , jelas terjadi radang (inflamation) , bengkak (swollen) dan tekanan (compressed) pada tendon dan saraf. Solusi secara medis adalah obat dan jika diperlukan adalah operasi. Pemicunya di duga kegiatan atau aktivitas berulang dengan posisi yang salah , penggunaan otot secara berlebihan dan lain sebagainya. Sebagai contoh penggunaan mouse komputer dll.

Bagaimana solusi di Sanctuary Mind ? Kami mempunyai pendapat berbeda, kami tidak mengobati radang, bengkak dan tekanan, tetapi kami mencari penyebab, mengapa bisa terjadi radang, bengkak dan tekanan. Dengan teknik yang telah teruji, kami mampu membantu keluhan diatas tanpa obat, pijat dan operasi dengan memperbaiki penyebabnya. Dan klien tetap bisa menggunakan mouse komputer seperti biasa seperti contoh.

Kami Pelopor, Pertama dan Satu - Satunya di Indonesia, terapi khusus masalah nyeri, tanpa obat dan operasi, sejak tahun 2010. Pada kasus tertentu, bahkan klien tidak perlu hadir di tempat terapi.

Pertanyaan dan diskusi bisa hubungi : telp : 031- 4025 4788 / 089 629 085 618 atau email sanctuarymind@gmail.com

salam,
sanctuary mind

Testimoni Nyeri CTS dan Osteoarthritis

Testimoni Nyeri dan Kaku Pada Jari Tangan 

Lihat testimoni yang lain? Klik di sini 
Info tentang cara terapi? Klik di sini

Mau terapi , tetapi tidak bisa hadir di tempat terapi ? Tidak ada masalah, bisa ikuti Metoda Online Therapy (Terapi Jarak Jauh). Pertama dan Satu - Satunya di Indonesia. Klik Info & Biaya Terapi Jarak Jauh / Online Therapy

DISCLAIMER
Tidak ada jaminan, bahwa efek positif dari terapi bisa langsung dirasakan pada setiap klien. Hasil terapi, bisa berbeda - beda pada setiap klien.  

Thursday, 2 June 2016

MENINGGAL KARENA OVERDOSIS OBAT PENGHILANG RASA SAKIT

Berikut berita yang kami kutip dari VOA

Musisi Prince pada saat tampil dalam pertunjukan di Inggris, 3 Juli 2011 (foto: dok).
Media melaporkan tes menunjukkan bintang pop Amerika Prince meninggal karena overdosis opioid, obat penghilang rasa sakit sebelum ia bertemu dengan seorang penasihat anti kecanduan obat.

Harian di kota asal Prince, Minneapolis Star-Tribune, dan kantor berita lainnya memuat laporan itu dengan mengutip sumber-sumber yang tidak disebutkan namanya.

Prince yang nama aslinya adalah Prince Rogers Nelson, ditemukan mati di rumah mewahnya di Paisley Park di luar kota Minneapolis tanggal 21 April.

Prince sebelumnya menjalani perawatan karena overdosis obat penghilang rasa sakit dan masalah-masalah kecanduan beberapa hari menjelang kematiannya. Catatan polisi menunjukkan ia bertemu dengan seorang dokter keluarga sehari sebelum meninggal.

Selain itu, sumber-sumber yang dekat dengan Prince sebelumnya menghubungi Dr. Howard Kornfeld, seorang ahli kecanduan di California untuk membantu Prince. Kornfeld tidak bisa pergi ke Minnesota ketika itu sehingga putranya, Andrew mewakilinya. Putra Kornfeld terbang dari California tanggal 20 April untuk bertemu dengan penyanyi itu keesokan harinya.

Prince ditemukan meninggal dalam sebuah elevator di rumah mewahnya pada pagi hari tanggal 21 April, pada usia 57 tahun.

Laporan laporan sebelumnya mengatakan Prince makan obat penghilang rasa sakit Percocet ketika meninggal. Percocet adalah campuran acetaminophen dan oxycodone. [my/ii]


salam,
sanctuary mind

Wednesday, 11 May 2016

WORKSHOP REVOLUSIONER BEBAS NYERI SUKSES TERSELENGGARA



Workshop diatas, diselengarakan oleh Majalah Liberty, dengan pembicara Bp. Dominicus Tan, Founder & Originator Sanctuary Mind, Pusat Terapi Nyeri Tanpa Obat dan Operasi. 

Sanctuary Mind adalah Pelopor, Pertama dan Satu - Satunya di Indonesia,  Terapi Khusus Masalah Nyeri Sendi dan Otot Tanpa Obat dan Operasi.

salam,
sanctuary mind

Info Jadwal Workshop Terbaru ? Klik di sini

Lihat testimoni yang lain? Klik di sini 
Info tentang cara terapi? Klik di sini

Mau terapi , tetapi tidak bisa hadir di tempat terapi ? Tidak ada masalah, bisa ikuti Metoda Online Therapy (Terapi Jarak Jauh). Pertama dan Satu - Satunya di Indonesia. Klik Info & Biaya Terapi Jarak Jauh / Online Therapy


DISCLAIMER
Tidak ada jaminan, bahwa efek positif dari terapi bisa langsung dirasakan pada setiap klien. Hasil terapi, bisa berbeda - beda pada setiap klien.

Tuesday, 19 April 2016

WORKSHOP METODA REVOLUSIONER BEBAS NYERI, 1 MEI 2016

PENDAFTARAN , BISA HUB : 089 629 085 618 , DAPATKAN POTONGAN HARGA KHUSUS, BAGI EX KLIEN               SANCTUARY MIND

Lihat testimoni yang lain? Klik di sini 
Info tentang cara terapi? Klik di sini

Mau terapi , tetapi tidak bisa hadir di tempat terapi ? Tidak ada masalah, bisa ikuti Metoda Online Therapy (Terapi Jarak Jauh). Pertama dan Satu - Satunya di Indonesia. Klik Info & Biaya Terapi Jarak Jauh / Online Therapy

DISCLAIMER
Tidak ada jaminan, bahwa efek positif dari terapi bisa langsung dirasakan pada setiap klien. Hasil terapi, bisa berbeda - beda pada setiap klien.