KONSULTASI VIA WHATSAPP
Skip to main content

Posts

Showing posts from 2014

SERI KISAH PERJALANAN BEBAS DARI NYERI, IBU MIEKE WIJAYA P, TIDAK JADI OPERASI LUTUT (KORAN JAWA POS, KAMIS, 27 FEBRUARY 2014)

TEKS BERSTABILO , IBU MIEKE BERBAGI KISAH BEBAS DARI NYERI LUTUT Berikut adalah Seri dari Artikel yang mengisahkan perjalanan klien bebas dari nyeri , dimana sering kali klien  mengalami nyeri yang sepertinya tidak tersembuhkan walaupun sudah mencoba berbagai metoda pengobatan.  Kisah Ibu Mieke, juga termuat di berita Koran Jawa Pos, pada rubrik Life ! Begin at 50 , terbitan Kamis, 27 February  2014. Foto Ibu Mieke, urutan ke 5 dari kiri. Nama Klien : Ibu Mieke Wijaya P Usia saat ini : 58 Tahun Aktifitas Pekerjaan : Wiraswasta, Surabaya Hoby : Olahraga ,dance T.   Apa saja keluhan nyeri yang ibu alami. J.   Saya menderita nyeri lutut sebelah kiri, mula - mula bisa saya toleransi, tetapi lama kelamaan nyeri tidak tertahankan, sehingga saya harus memakai tongkat untuk berjalan.  T.   Aktifitas apa saja yang tidak bisa dilakukan akibat nyeri. J.   Untuk berjalan nyeri apalagi untuk naik tangga, lebih nyeri lagi, sehinga kemana mana saya harus

SERI KISAH PERJALANAN BEBAS DARI NYERI, IBU FALISTIN TJHAJAKAMEL, NYERI DAN KAKU PADA JARI - JARI TANGAN

Ibu Falistin Tjhajakamel Berikut adalah Seri dari Artikel yang mengisahkan perjalanan klien bebas dari nyeri , dimana sering kali klien  mengalami nyeri yang sepertinya tidak tersembuhkan walaupun sudah mencoba berbagai metoda pengobatan. Artikel ini kami buat dalam format T anya J awab. Nama Klien : Ibu Falistin Tjhajakamel   Usia saat ini : 52 Tahun Aktifitas Pekerjaan : Bekerja di perusahaan EMKL, Surabaya Hoby : Olahraga renang, biasanya seminggu 3 x T.   Apa saja keluhan nyeri yg dialami dan kapan mulai merasakan nyeri serta  apa dugaan ibu saat itu, mengenai penyebab nyeri.  J.   Saya mulai merasakan nyeri  dan kaku pada jari-jari tangan pada bulan Agustus 2013, Awalnya saya mengira rasa nyeri dan kaku akibat tidak melakukan kegiatan rumah tangga. Karena selama ini pembantu yang mengerjakannya. Selama 1 minggu pembantu pulang mudik Lebaran, Jadi saya mengambil alih pekerjaannya. T.   Aktifitas apa saja yang tidak bisa dilakukan akibat nyeri.

NYERI CENUT - CENUT DI LEHER AKIBAT KECETIT

Berikut komentar Ibu Kartika, Surabaya, yang terapi di tempat kami tgl 25 Oktober 2014  : " Sebulan lalu, sehabis dari liburan ke luar negeri, saya mengalami nyeri cenut - cenut di leher. Saya menduga akibat terus menerus membawa tas yang saya rasa cukup berat. Setelah tiba di Surabaya, segera saya ke rumah sakit dan ditangani dokter Orthopedi. Oleh dokter , di diagnosa spasme otot leher. Saat itu  diberikan tindakan fisiotherapy , tetapi saya merasa belum ada perubahan cenut - cenutnya. Dokter memberi masukkan bahwa obat untuk otot yang diberikan belum di minum.  Setelah minum obat sehari, dua hari, tetapi ternyata nyeri cenut - cenut di leher belum mereda juga. Akhirnya saya minum obat penahan rasa nyeri , dan ini berhasil. Jadi agar tidak nyeri  , saya setiap hari harus meminum obat penahan rasa nyeri yang hanya bertahan sekitar 24 jam saja.       Saya sungguh tidak nyaman dengan kondisi ini, sampai kapan saya harus minum obat penahan rasa nyeri ?  Akhirnya saya cari in

NYERI BELIKAT ( ENTONG - ENTONG) DAN PANGKAL LEHER

Berikut komentar dari Bp. Syamsul Ma'arif , Jakarta. " Saya menderita nyeri belikat (entong - entong) sampai pangkal leher yang sangat menyiksa. Keluhan ini saya alami sejak Maret 2012. Sebelumnya saya sudah melakukan "Wisata Terapi" di Jakarta dan sekitarnya, dimana banyak sekali terapi yang saya lakukan . Misal : pijat (sangat banyak) , Chiropractic (hanya 10 x terapi, biayanya sangat mahal, dan belum menunjukkan hasil ), terapi Akupunture pakai setrum, terapi gravitasi, Yumeiho (hanya 3 x)  dll. Semua terapi diatas bagus, tetapi mungkin tidak cocok bagi saya , sehingga saya  tidak sembuh. Hal  yang memberatkan saya , terapi diatas mengharuskan saya terapi berkali - kali , seminggu setidaknya 2x.  Selain biaya yang besar , juga mengganggu pekerjaan saya karena harus datang terapi seminggu 2 x. Awal Januari 2014, saya pulang kampung di Lamongan, saya browsing di internet, kebetulan ketemu "Terapi Nyeri Sanctuary Mind", dimana memberikan teknik te

NYERI KARENA KENA SANTET ?

        Melihat judul diatas, mungkin pembaca yang budiman mengira kami bisa mengobati orang yang kena santet. Memang banyak klien  yang datang ke tempat kami karena yakin keluhan nyeri yang dialami karena kena santet.   Judul diatas adalah keluhan beberapa klien yang menderita nyeri , dan menduga kena santet. Berikut sharing kami panjang lebar yang sungguh menarik untuk di simak bagaimana keluhan orang kena santet bisa sembuh dengan terapi di tempat kami.        Berikut  2 contoh keluhan klien yang merasa kena santet: 1. Seorang Ibu mengatakan : " Setiap sekitar jam 10 malam, bahu dan tangan nyeri seperti ditusuk - tusuk, tetapi ketika ayam berkokok pada pagi hari, nyeri berkurang dan siang hari sudah tidak nyeri lagi . Saya yakin , ini akibat di santet oleh mantan pacar anak saya, karena saya tidak merestui hubungannya " Hasil diskusi : sudah periksa ke dokter dan tidak ditemukan penyebab nyeri yang dialami. 2. Seorang bapak mengeluh : " Tulang kering s

TELAH TERBIT, BUKU "SENAM PENYEIMBANGAN OTOT" , MEMBAHAS NYERI DAN SOLUSINYA DENGAN CARA YANG BERBEDA

          Jika anda mengalami nyeri otot yang tidak kunjung sembuh, scoliosis, kecetit yang sering kambuh, mungkin buku ini yang anda butuhkan.           Kerinduan untuk membagikan pengalaman selama lebih dari 3 tahun berinteraksi dengan ribuan klien yang mengalami nyeri otot dan sendi, maka telah kami terbitkan sebuah buku yang yang berjudul "Senam Penyeimbangan Otot" tingkat dasar.          Buku ini, membahas tentang nyeri dari sisi yang mungkin sama sekali berbeda dari buku - buku yang ada di pasaran. Seluruh Toko Buku Gramedia, Togamas dan Uranus di kota Surabaya, sudah kami jelajahi, untuk mencari buku yang membahas tentang nyeri. Tidak banyak buku yang membahas nyeri dan solusinya. Banyak buku hanya menjelaskan tentang nyeri,  tetapi tidak ada solusi yang jelas. Setelah baca, tetap tidak bisa menyembuhkan nyeri. Misal solusinya : jaga pola makan, istirahat yang cukup, olah raga secukupnya, jangan angkat beban berat, banyak minum air putih, jaga postur dll. A