Tuesday, 14 February 2017

BEDA NYERI AKUT DAN NYERI KRONIS

Setiap ada telepon dari klien, selalu ada  hal penting yang kami tanyakan , yaitu : sejak kapan nyeri terjadi dan apa pemicunya. Dari jawaban klien tersebut , kami bisa kategorikan klien menderita nyeri akut atau kronis.

Apa perbedaan utama dari nyeri akut dan kronis ?  yaitu waktu atau durasi nyeri yang sudah dialami. Karena kami fokus nyeri akibat otot dan sendi, jadi kalau nyeri lebih dari 2 minggu tanpa ada perbaikan kondisi, kami sebut kronis. Jika kurang dari 2 minggu kami sebut akut.

Dari pengalaman kami, nyeri akut cenderung lebih terus terang , konstan dan lebih mudah untuk ditelusuri penyebabnya. Misal, angkat beban, keseleo, tertimpa benda , jatuh dll.

Berbeda dengan nyeri kronis, seringkali  tidak terus terang, karena pada saat tertentu nyeri , tetapi saat tertentu hilang. Seringkali pula ,  nyeri terjadi setelah aktifitas tertentu, misal : nyeri terjadi jika berdiri lebih dari 5 menit, sedangkan jika kurang dari 5 menit, tidak nyeri.  Atau seringkali pula nyeri hanya terjadi malam hari, sedangkan pagi hari sembuh.

Nyeri kronis bisa terjadi bertahun - tahun. Jadi tidak heran , klien dengan nyeri kronis, sering frustasi, karena saat berobat, selalu ditanya , apakah saat ini nyeri, dan nyerinya dimana ? Padahal saat datang ke tempat terapi,  nyeri sedang tidak muncul. Yang sering membingungkan pula, sering nyeri pindah lokasi atau menjalar, misal nyeri dari punggung sampai jari kaki.

Pengobatan yang cenderung dengan metoda fisik atau symptomatik (hanya mengobati gejalanya saja) , misal pijat dan atau  alat terapi, tentu akan kesulitan. Ada klien yang datang ke tempat kami dengan kondisi kulit biru - biru  gelap seperti gosong,  dari pinggang sampai kaki, ternyata akibat pijat dan terapi dengan alat yang digosok  yang katanya bisa menghilangkan nyeri. Mengapa bisa demikian ? Karena nyeri tidak jelas , jadi terapis  melakukan terapi pijat maupun alat pada lokasi yang di duga nyeri sepanjang punggung sampai jari kaki.

Banyak klien dengan nyeri kronis, selama sesi terapi, bisa bercerita banyaknya pengobatan yang dilakukan. Obat  membantu hanya sementara, jika efek obat habis, nyeri akan muncul lagi. 

Mengapa nyeri kronis terjadi ? Menurut kami karena pengobatan atau terapi tidak mampu menemukan dan mengobati penyebab terjadinya nyeri, mereka hanya sibuk meredakan nyeri . Jika hal demikian terjadi, maka tidak heran, nyeri akan kambuh kembali. 

Bagaimana dengan terapi Sanctuary Mind ?  Kami mencari penyebab nyeri,  mengapa klien nyeri, jika kami ketahui dan bisa bantu, maka kami akan lakukan terapi, jika tidak, maka kami akan tolak klien, agar tidak buang waktu dan biaya terapi di tempat kami. 

Banyak klien yang telah kami tolak, karena penyebab nyerinya bukan hal bisa kami bantu. Misal : nyeri karena diabetes, infeksi , virus, tumor, kanker , osteoporosis, hormonal, autoimune dll. Kejujuran dan keterbukaan klien menceritakan keluhan, dan pengobatan apa saja yang telah dilakukan, akan sangat membantu kami untuk menganalisa penyebab nyeri. 

99 %  klien yang datang ke tempat kami adalah klien yang menderita nyeri kronis. Ada klien yang datang ke tempat kami, menderita nyeri lutut selama 30 tahun. Jika minum obat bisa beraktifitas jika tidak maka akan nyeri dan tidak mampu beraktifitas. Super kronis.

salam,
sanctuary mind

Kapan waktu terbaik untuk terapi ke Sanctuary Mind? Klik di sini

Lihat testimoni yang lain? Klik di sini 
Info tentang biaya terapi? Klik di sini

Info mengenai apa dan bagaimana terapi kami ? Klik di sini

DISCLAIMER
Tidak ada jaminan, bahwa efek positif dari terapi bisa langsung dirasakan pada setiap klien. Hasil terapi, bisa berbeda - beda pada setiap klien.