Sunday, 21 December 2014

SERI KISAH PERJALANAN BEBAS DARI NYERI, IBU MIEKE WIJAYA P, TIDAK JADI OPERASI LUTUT (KORAN JAWA POS, KAMIS, 27 FEBRUARY 2014)

TEKS BERSTABILO , IBU MIEKE BERBAGI KISAH BEBAS DARI NYERI LUTUT
Berikut adalah Seri dari Artikel yang mengisahkan perjalanan klien bebas dari nyeri , dimana sering kali klien  mengalami nyeri yang sepertinya tidak tersembuhkan walaupun sudah mencoba berbagai metoda pengobatan. 

Kisah Ibu Mieke, juga termuat di berita Koran Jawa Pos, pada rubrik Life ! Begin at 50 , terbitan Kamis, 27 February  2014. Foto Ibu Mieke, urutan ke 5 dari kiri.


Nama Klien : Ibu Mieke Wijaya P
Usia saat ini : 58 Tahun
Aktifitas Pekerjaan : Wiraswasta, Surabaya
Hoby : Olahraga ,dance
T.  Apa saja keluhan nyeri yang ibu alami.

J.  Saya menderita nyeri lutut sebelah kiri, mula - mula bisa saya toleransi, tetapi lama kelamaan nyeri tidak tertahankan, sehingga saya harus memakai tongkat untuk berjalan. 

T.  Aktifitas apa saja yang tidak bisa dilakukan akibat nyeri.

J.  Untuk berjalan nyeri apalagi untuk naik tangga, lebih nyeri lagi, sehinga kemana mana saya harus pakai tongkat.

T. Kronologis pengobatan apa saja yang telah ibu lakukan .

J. Saya sudah berkonsultasi ke dokter dan diberi obat panahan rasa nyeri, tetapi dokter juga mengingatkan saya, sampai kapan harus minum obat ? Efek samping kerusakan pada ginjal juga diperingatkan oleh dokter. Akhirnya ke dokter orthopedi  dan disarankan untuk operasi penggantian sendi lutut. Untuk second opinion saya juga periksa ke dokter di Singapura, dan jawabannya sama, harus operasi juga, walau metoda operasinya  berbeda dengan yang sarankan dokter di Surabaya.
Karena nyeri sudah sangat menyiksa, pada bulan Desember 2013, saya putuskan untuk operasi di Singapura. Pada hari H operasi, ternyata gula darah saya tinggi, jadi terpaksa operasi ditunda dan saya balik ke Surabaya

T. Dari mana  Ibu mengetahui Terapi Nyeri Sanctuary Mind

J. Desember 2013 saya bertemu dengan Bp. Dominicus , melihat kondisi saya yang berjalan menggunakan tongkat, saya di sarankan terapi di Sanctuary Mind. Tetapi saya sudah kapok terapi - terapi, karena banyak terapi yang saya lakukan, tetapi tidak ada hasilnya. Kemudian Bp. Dominicus memberikan 1 teknik terapi yaitu "Cara Berjalan yang Benar". Karena sangat mudah, jadi saya coba saja. Setelah saya coba terapi "Cara Berjalan yang Benar" selama 1 minggu, ternyata nyeri lutut berkurang, padahal hanya merubah cara jalan saja. 

T. Kapan awal terapi dan kronologis hasil terapi beserta berapa kali konsultasi ke  Sanctuary Mind.

J. Awal Jauari 2014, saya terapi ke Sanctuary Mind, dan diberikan beberapa gerakan senam yang harus saya latih sendiri di rumah. Setiap hari secara rutin saya latih dan kondisi nyeri berangsur - angsur hilang. Setelah sekitar 1 bulan saya berlatih, saya coba naik tangga dan ternyata sudah tidak nyeri lagi.
Saya datang terapi ke Sanctuary Mind hanya 1 x saja

T. Mohon Ibu ceritakan kondisi saat ini, 22 Desember 2014

J. Kondisi saat ini saya tidak lagi terganggu nyeri lutut . Tetapi saya juga menjaga diri untuk tidak terlalu memforsir dalam beraktifitas, dan tetap mempraktekkan "Cara Jalan Yang Benar". Dengan kondisi tidak nyeri lagi, tentu saja saya sudah batalkan rencana operasi lutut di Singapura. Saya merasa sangat beruntung tidak jadi operasi.

T. Pesan ibu untuk pembaca sharing Seri Kisah Perjalanan Bebas Dari Nyeri, yang mungkin saat ini juga mengalami nyeri yang sama dengan yang pernah ibu alami.

J. Ketika saya mampu berjalan tanpa tongkat, banyak teman yang mengira saya sudah operasi pada lutut, padahal saya belum operasi. Saya jelaskan, saya  terapi di Sanctuary Mind dan saya banyak merekomendasikan teman dan kolega untuk terapi di Sanctuary Mind jika mereka punya keluhan nyeri. . Apa ruginya terapi, mudah cara terapinya dan  relatif aman, karena tanpa obat dan operasi. Saya sarankan untuk telp dahulu untuk mendiskusikan keluhan nyerinya, karena belum tentu semua nyeri bisa di sembuhkan di Sanctuary Mind. Saya juga mengingatkan bahwa kunci keberhasilan terapi ini hanya rutin latihan sesuai petunjuk..

salam,
sanctuary mind

Kapan waktu terbaik untuk terapi ke Sanctuary Mind? Klik di sini

Lihat testimoni yang lain? Klik di sini  
Info tentang biaya terapi? Klik di sini

Info mengenai apa dan bagaimana terapi kami ? Klik di sini

nb. Kliping Koran Jawa Pos, terbitan 27 February 2014, sengaja kami simpan untuk kami tampilkan di terapinyeri.com  pada waktu tertentu,.Kebetulan hari ini adalah Hari IBU, tgl 22 Desember 2014 bisa kami tampilkan. Dan yang terpenting, ibu Mieke Wijaya P tetap bebas nyeri lutut sampai sekarang tanpa obat dan operasi

DISCLAIMER
Tidak ada jaminan, bahwa efek positif dari terapi bisa langsung dirasakan pada setiap klien. Hasil terapi, bisa berbeda - beda pada setiap klien.

Tuesday, 2 December 2014

SERI KISAH PERJALANAN BEBAS DARI NYERI, IBU FALISTIN TJHAJAKAMEL, NYERI DAN KAKU PADA JARI - JARI TANGAN



Ibu Falistin Tjhajakamel
Berikut adalah Seri dari Artikel yang mengisahkan perjalanan klien bebas dari nyeri , dimana sering kali klien  mengalami nyeri yang sepertinya tidak tersembuhkan walaupun sudah mencoba berbagai metoda pengobatan. Artikel ini kami buat dalam format Tanya Jawab.
Nama Klien : Ibu Falistin Tjhajakamel 
Usia saat ini : 52 Tahun
Aktifitas Pekerjaan : Bekerja di perusahaan EMKL, Surabaya
Hoby : Olahraga renang, biasanya seminggu 3 x
T.  Apa saja keluhan nyeri yg dialami dan kapan mulai merasakan nyeri serta  apa dugaan ibu saat itu, mengenai penyebab nyeri.

 J.   Saya mulai merasakan nyeri  dan kaku pada jari-jari tangan pada bulan Agustus 2013, Awalnya saya mengira rasa nyeri dan kaku akibat tidak melakukan kegiatan rumah tangga. Karena selama ini pembantu yang mengerjakannya. Selama 1 minggu pembantu pulang mudik Lebaran, Jadi saya mengambil alih pekerjaannya.

T.  Aktifitas apa saja yang tidak bisa dilakukan akibat nyeri.

J.  Saya merasa sakit nyeri / sakit kalau saya melakukan tekanan dan menggenggam.Untuk menulis / membuat tanda tangan dan pekerjaan kantor lainnya saya merasa kesakitan. Bahkan untuk menggosok gigi, mencuci piring / pekerjaan yang ringan saya merasakan kesakitan. Punggung tangan saya terasa sakit sekali.

T. Kronologis pengobatan apa saja yang telah ibu lakukan dan jelaskan pula efek  dari setiap pengobatan yang dilakukan.

J. Seiring berjalannya waktu, rasa nyeri/sakit semakin bertambah. Untuk mengobati rasa sakit tersebut saya berobat ke akupuntur, Dokter Spesialis Fisik dan Rehabilitasi Medik, Dokter Syaraf, dan lain - lain. Oleh Dokter Syaraf , saya didiagnosa hanya otot tegang dan ada juga dokter yang mendiagnosa peredaran darah kurang lancar.   
Saya di beri obat-obatan dan bahkan sempat disuntik di beberapa bagian tubuh. Rasa sakit berkurang sementara dan setelah obat - obatan yang diminum habis, rasa sakit semakin menjadi dan bahkan seluruh tubuh saya sakit/njarem. 
Rasa sakitnya seperti kalau orang yang tidak pernah berolahraga tiba-tiba berolahraga berat. Padahal saya masih melakukan kegiatan renang 1 minggu 3X, dan setiap kali renang saya melakukan kegiatan 20 X 50 meter. Kalau sudah duduk agak lama untuk berdiri dan berjalan saya merasa sakit.

T. Tempo hari  ibu pernah cerita mengenai konsumsi obat herbal yang akhirnya harus dihentikan karena dikuatirkan ada efek negatifnya, mungkin ibu bisa ceritakan kronologisnya.

J.  Saya pernah di beri teman obat herbal/chinese medicine katanya ada saudara/familinya yang minum obat tersebut, kakinya yang bengkak dan sakit / tidak bisa berjalan, minum obat tersebut sembuh.
Saya mencobanya, setelah beberapa hari, sembuh total seperti sebelum sakit. Teman saya menganjurkan untuk di minum 3 botol, dengan dosisnya di kurangi. Dari 3 x sehari, 2 x sehari, dan 1x sehari. Dalam proses minum obat tersebut, tanpa saya sadari sebelumnya, saya mengalami kesulitan tidur.
Akhirnya saya telp teman saya yang memberi obat tersebut, ternyata dia juga nggak bisa tidur  - selalu berjaga. Kemudian saya berkesimpulan : jangan – jangan  itu obat doping / mengandung steroide. Akhirnya saya memutuskan berhenti minum obat tersebut , saya sempat minum 1 1/2 botol. Satu minggu  kemudian, kaku / nyeri tangan kembali sakit dan bahkan lebih parah karena badan saya tambah sakit seperti njarem di seluruh tubuh.

T. Darimana Ibu mengetahui Terapi Nyeri Sanctuary Mind
   
J.  Dari Ibu. Lina, yang juga pasien dari Bp. Dominicus ( Ibu Lina Klien dengan keluhan Saraf Terjepit (HNP) )

T.  Kapan awal terapi dan kronologis hasil terapi beserta berapa kali konsultasi ke  Sanctuary Mind.
   
J.  Terapi pertama,  pada Bulan Februari 2014. 2 Minggu setelah kunjungan yang pertama saya kembali lagi ke Bp.Dominicus untuk mengecek apakah gerakan yang saya lakukan itu benar apa tidak. Total kunjungan yang saya lakukan hingga saat ini sebanyak 4X. Melalui kegiatan terapi yang rutin saya lakukan setiap hari, rasa njarem di tubuh saya berangsur-angsur hilang dan tubuh saya menjadi lebih enak. Punggung tangan saya sudah tidak sakit lagi dan untuk kegiatan menggosok gigi / menulis, dan lain - lain bisa saya lakukan tanpa rasa sakit walaupun jari-jari tangan saya masih kaku terutama di pagi hari. Terapi ini sangat menolong saya didalam proses penyembuhan ini.

T.  Mohon Ibu ceritakan kondisi saat ini.
   
J.  Kondisi saat ini saya menjadi lebih segar/fit bahkan kalau saya berenang tubuh menjadi lebih ringan dan lebih nyaman di air. Melalui terapi ini, tanpa saya sadari tangan saya yang sakit kalau memakai bra atau menggosok punggung belakang dapat saya lakukan tanpa rasa sakit. 

T. Pesan ibu untuk pembaca sharing Seri Kisah Perjalanan Bebas Dari Nyeri, yang mungkin saat ini juga mengalami nyeri.

J.  Jangan putus asa dan berhenti berlatih, karena proses penyembuhan ini memerlukan waktu dan disiplin yang kuat. Syukur pada Tuhan karena Rahmat kesembuhan yang diberikan kepada saya melalui Terapi Nyeri Sanctuary Mind / Bp. Dominicus.

salam,
sanctuary mind

Kapan waktu terbaik untuk terapi ke Sanctuary Mind? Klik di sini

Lihat testimoni yang lain? Klik di sini  
Info tentang biaya terapi? Klik di sini

Info mengenai apa dan bagaimana terapi kami ? Klik di sini

DISCLAIMER
Tidak ada jaminan, bahwa efek positif dari terapi bisa langsung dirasakan pada setiap klien. Hasil terapi, bisa berbeda - beda pada setiap klien.