KONSULTASI VIA WHATSAPP
Skip to main content

SERI KISAH PERJALANAN BEBAS DARI NYERI, IBU FALISTIN TJHAJAKAMEL, NYERI DAN KAKU PADA JARI - JARI TANGAN



Ibu Falistin Tjhajakamel
Berikut adalah Seri dari Artikel yang mengisahkan perjalanan klien bebas dari nyeri , dimana sering kali klien  mengalami nyeri yang sepertinya tidak tersembuhkan walaupun sudah mencoba berbagai metoda pengobatan. Artikel ini kami buat dalam format Tanya Jawab.
Nama Klien : Ibu Falistin Tjhajakamel 
Usia saat ini : 52 Tahun
Aktifitas Pekerjaan : Bekerja di perusahaan EMKL, Surabaya
Hoby : Olahraga renang, biasanya seminggu 3 x
T.  Apa saja keluhan nyeri yg dialami dan kapan mulai merasakan nyeri serta  apa dugaan ibu saat itu, mengenai penyebab nyeri.

 J.   Saya mulai merasakan nyeri  dan kaku pada jari-jari tangan pada bulan Agustus 2013, Awalnya saya mengira rasa nyeri dan kaku akibat tidak melakukan kegiatan rumah tangga. Karena selama ini pembantu yang mengerjakannya. Selama 1 minggu pembantu pulang mudik Lebaran, Jadi saya mengambil alih pekerjaannya.

T.  Aktifitas apa saja yang tidak bisa dilakukan akibat nyeri.

J.  Saya merasa sakit nyeri / sakit kalau saya melakukan tekanan dan menggenggam.Untuk menulis / membuat tanda tangan dan pekerjaan kantor lainnya saya merasa kesakitan. Bahkan untuk menggosok gigi, mencuci piring / pekerjaan yang ringan saya merasakan kesakitan. Punggung tangan saya terasa sakit sekali.

T. Kronologis pengobatan apa saja yang telah ibu lakukan dan jelaskan pula efek  dari setiap pengobatan yang dilakukan.

J. Seiring berjalannya waktu, rasa nyeri/sakit semakin bertambah. Untuk mengobati rasa sakit tersebut saya berobat ke akupuntur, Dokter Spesialis Fisik dan Rehabilitasi Medik, Dokter Syaraf, dan lain - lain. Oleh Dokter Syaraf , saya didiagnosa hanya otot tegang dan ada juga dokter yang mendiagnosa peredaran darah kurang lancar.   
Saya di beri obat-obatan dan bahkan sempat disuntik di beberapa bagian tubuh. Rasa sakit berkurang sementara dan setelah obat - obatan yang diminum habis, rasa sakit semakin menjadi dan bahkan seluruh tubuh saya sakit/njarem. 
Rasa sakitnya seperti kalau orang yang tidak pernah berolahraga tiba-tiba berolahraga berat. Padahal saya masih melakukan kegiatan renang 1 minggu 3X, dan setiap kali renang saya melakukan kegiatan 20 X 50 meter. Kalau sudah duduk agak lama untuk berdiri dan berjalan saya merasa sakit.

T. Tempo hari  ibu pernah cerita mengenai konsumsi obat herbal yang akhirnya harus dihentikan karena dikuatirkan ada efek negatifnya, mungkin ibu bisa ceritakan kronologisnya.

J.  Saya pernah di beri teman obat herbal/chinese medicine katanya ada saudara/familinya yang minum obat tersebut, kakinya yang bengkak dan sakit / tidak bisa berjalan, minum obat tersebut sembuh.
Saya mencobanya, setelah beberapa hari, sembuh total seperti sebelum sakit. Teman saya menganjurkan untuk di minum 3 botol, dengan dosisnya di kurangi. Dari 3 x sehari, 2 x sehari, dan 1x sehari. Dalam proses minum obat tersebut, tanpa saya sadari sebelumnya, saya mengalami kesulitan tidur.
Akhirnya saya telp teman saya yang memberi obat tersebut, ternyata dia juga nggak bisa tidur  - selalu berjaga. Kemudian saya berkesimpulan : jangan – jangan  itu obat doping / mengandung steroide. Akhirnya saya memutuskan berhenti minum obat tersebut , saya sempat minum 1 1/2 botol. Satu minggu  kemudian, kaku / nyeri tangan kembali sakit dan bahkan lebih parah karena badan saya tambah sakit seperti njarem di seluruh tubuh.

T. Darimana Ibu mengetahui Terapi Nyeri Sanctuary Mind
   
J.  Dari Ibu. Lina, yang juga pasien dari Bp. Dominicus ( Ibu Lina Klien dengan keluhan Saraf Terjepit (HNP) )

T.  Kapan awal terapi dan kronologis hasil terapi beserta berapa kali konsultasi ke  Sanctuary Mind.
   
J.  Terapi pertama,  pada Bulan Februari 2014. 2 Minggu setelah kunjungan yang pertama saya kembali lagi ke Bp.Dominicus untuk mengecek apakah gerakan yang saya lakukan itu benar apa tidak. Total kunjungan yang saya lakukan hingga saat ini sebanyak 4X. Melalui kegiatan terapi yang rutin saya lakukan setiap hari, rasa njarem di tubuh saya berangsur-angsur hilang dan tubuh saya menjadi lebih enak. Punggung tangan saya sudah tidak sakit lagi dan untuk kegiatan menggosok gigi / menulis, dan lain - lain bisa saya lakukan tanpa rasa sakit walaupun jari-jari tangan saya masih kaku terutama di pagi hari. Terapi ini sangat menolong saya didalam proses penyembuhan ini.

T.  Mohon Ibu ceritakan kondisi saat ini.
   
J.  Kondisi saat ini saya menjadi lebih segar/fit bahkan kalau saya berenang tubuh menjadi lebih ringan dan lebih nyaman di air. Melalui terapi ini, tanpa saya sadari tangan saya yang sakit kalau memakai bra atau menggosok punggung belakang dapat saya lakukan tanpa rasa sakit. 

T. Pesan ibu untuk pembaca sharing Seri Kisah Perjalanan Bebas Dari Nyeri, yang mungkin saat ini juga mengalami nyeri.

J.  Jangan putus asa dan berhenti berlatih, karena proses penyembuhan ini memerlukan waktu dan disiplin yang kuat. Syukur pada Tuhan karena Rahmat kesembuhan yang diberikan kepada saya melalui Terapi Nyeri Sanctuary Mind / Bp. Dominicus.

salam,
sanctuary mind

"Dokter masa depan, tidak akan memberikan obat, tetapi akan mencegah penyakit  pasiennya dengan pendekatan kemanusiaan, dengan pengaturan pola makan (diet) dan pengetahuan akan pencegahan penyakit. "
(Thomas Alva Edison, 1847-1931. Penemu) 


Kapan waktu terbaik untuk terapi ke Sanctuary Mind? Klik di sini

Lihat testimoni yang lain? Klik di sini  
Info tentang biaya terapi? Klik di sini

Info mengenai apa dan bagaimana terapi kami ? Klik di sini

DISCLAIMER
Tidak ada jaminan, bahwa efek positif dari terapi bisa langsung dirasakan pada setiap klien. Hasil terapi, bisa berbeda - beda pada setiap klien.

Comments

Post a comment

Popular posts from this blog

KENA SARAF KEJEPIT (HNP) , NYERI SEPERTI KESETRUM DARI PUNGGUNG SAMPAI KAKI

Berikut penuturan Bp . Mulyono Hadi Purwanto, dari Surabaya.

" Awalnya saya mengalami kecelakaan lalu lintas, dimana saya naik sepeda, ditabrak sepeda motor dan saya jatuh dengan pinggul kena aspal terlebih dahulu. Tetapi kejadian itu saya anggap biasa dan saya merasa tidak ada keluhan berarti.  Beberapa hari kemudian , saat saya sedang bekerja, saya merasa sakit di punggung bawah yang menjalar sampai kaki dan segera saya pulang untuk  istirahat. Besok paginya saya tidak bisa berdiri, lutut lemas dan punggung bawah sampai punggung kaki terasa nyeri seperti kena setrum listrik.
Sebagai pertolongan pertama , saya berobat  ke tukang pijat sangkal putung, dan hari itu juga saya bisa berjalan lagi, walaupun tidak normal seperti sediakala. Setelah pijat 3 x, tukang pijat menyerah, karena dikatakan darah tidak mengalir dengan normal ke bagian kaki. 
Selanjutnya selama 4 bulan berikutnya saya ke dokter dan setiap minggu kontrol, tetapi belum ada kemajuan. Rasa nyeri seperti kesetrum da…

BEDA KECETIT DAN SARAF TERJEPIT

Banyak ditemui kerancuan antara istilah kecetit dan saraf terjepit. Kecetit adalah masalah nyeri, tegang otot, biasa disebut spasme otot. Kecetit, biasanya jauh lebih mudah disembuhkan.

Posisi kecetit , bisa di punggung, pinggul, bahkan di perut. Kecetit umumnya akibat  berusaha menjangkau benda dengan posisi yang tidak benar. Misal, seorang klien kecetit di perut, sehingga kalau berjalan tegak , otot perut ketarik dan nyeri. Setelah diskusi, baru kami ketahui bahwa ibu tersebut mengambil buku yang jatuh ketika beribadah, tetapi karena terhalang bangku depan maka susah dijangkau, tetapi tetap dipaksakan, akhirnya terjadilah kecetit.

Selain itu, penyebab lain adalah salah posisi duduk, tidur, mengangkat benda, bahkan leher tengeng (nyeri leher) pada beberapa kasus juga masuk kategori kecetit. 
Bagaimana dengan saraf terjepit ? Kalau saraf terjepit, ini sudah masalah struktural dan mekanikal tubuh. Terjadi di tulang belakang, paling banyak terjadi di punggung bawah (lumbar) maka sering…

TERHINDAR OPERASI LUTUT

Berikut sharing dari Ibu Yoga, Surabaya. Beliau datang terapi pada Agustus 2017. Keluhan beliau adalah nyeri lutut yang menurut diagnosa dokter terjadi pengapuran atau Osteoarthritis. Berikut penuturan Ibu Yoga :
" Usia saya sekarang mendekati 66 thn. Sejak usia 53 thn, saya sudah merasakan gangguan nyeri pada lutut. Mungkin penyebabnya berat badan saya. Mulai saat itu, saya mulai konsumsi suplemen yang mengandung glukosamin dan kalau nyeri sudah tidak tertahankan, saya minum obat anti nyeri. Karena nyeri semakin membandel, segala macam jenis anti nyeri sudah di minum dan sampai suatu saat obat anti nyeri sudah tidak bisa membantu lagi.
Saat menginjak usia 62 tahun, untuk jalan saya sudah harus memakai tongkat. Selanjutnya , berkunjung ke dokter Orthopedi sudah menjadi langganan dan sampai berganti beberapa dokter. Berbagai macam obat sudah di minum, tetapi nyeri tetap tidak hilang. Terutama lutut kanan lebih parah daripada lutut kiri dan sudah bengkok.
Kemudian ada teman yang m…