KONSULTASI VIA WHATSAPP
Skip to main content

NYERI LEHER DAN TENGENG, APA BEDANYA ?

Dibanding dengan kasus nyeri punggung bawah, nyeri leher relatif lebih sedikit penderitanya. Banyak orang mengalami nyeri leher, tetapi sering meremehkan nyerinya. Jika kita mengalami, setiap beberapa menit selalu menggerak- gerakkan kepala seperti ada yang kaku dan harus dilemaskan. Adapula yang sering mengangkat bahu sambil menggerak - gerakkan kepala. Ketika ditanya mengapa? hampir semua menjawab "leher saya kaku, tetapi tidak nyeri, hanya tidak nyaman saja" Karena belum terasa nyeri hanya terasa kaku saja, maka sering kita abaikan. Mungkin kecapekan kerja, begitu dugaan banyak klien yang mengalami nyeri leher.

Berikutnya, kaku mulai meningkat dan rasanya ingin terus menggerakkan kepala terus supaya kekakuan hilang. Pada tingkat ini , rasa kaku,  kadang disertai nyeri . Pada  nyeri leher yang parah, nyeri juga terjadi di bahu dan bisa sampai tangan.  Jika pada kondisi ini, mungkin kita baru ke tukang pijat atau kalau sudah parah,  baru ke dokter. 

Setelah dipijat biasanya nyeri langsung reda dan terasa nyaman , tetapi beberapa hari kemudian, kaku dan nyeri muncul kembali. Kalau ke dokter, biasanya diberi obat, dan biasanya kaku dan nyeri langsung hilang, tetapi setalah reaksi obat habis, kambuh kembali.  

Lain lagi kalau leher tengeng, dimana kita tidak bisa menggerakkan kepala, untuk  menengok kanan atau kiri, bahkan tidak bisa mengangkat kepala.  Penyebab paling sering,   karena salah posisi tidur. Kemungkinan kita tidur dalam posisi yang sama  lebih dari 2 jam . Biasanya , leher tengeng dapat sembuh hanya dalam beberapa hari. Jadi inilah bedanya nyeri leher dan leher tengeng. 

Jadi , jika kita mengalami nyeri leher lebih dari 1 minggu , kemungkinan besar penyebabnya bukan salah tidur, tetapi ada penyebab lain. 

Jangan sepelekan nyeri leher, jika sudah parah, hidup kita benar-benar tersiksa. Ada contoh kasus sebagai berikut : Ketika saya berkunjung ke Malang, ke tempat praktek seorang teman, kami mendiskusikan kasus nyeri leher. Ternyata ada klien teman saya, yang sama sekali tidak bisa kemana - mana tanpa colar (penyangga leher). Setelah beberapa kali terapi , dan butuh waktu lama, akhirnya mampu lepas colar kurang lebih 2 jam . Bagi klien, itu sudah luar biasa. "Akhirnya bisa ke Gereja tanpa colar", begitu komentar klien. 

Saya pernah bertemu seseorang yang kepalanya selalu menunduk, bukan karena orangnya pemalu, tetapi mengalami nyeri leher. Mengangkat kepala saja tidak sanggup dan harus menggunakan bantuan dada, sehingga dadanya tertarik ke belakang, baru bisa melihat atas. Ternyata penyebabnya adalah faktor pekerjaan, dimana beliau bekerja di rumah makan dan bertugas membuat masakan tertentu yang mengharuskan menunduk selama 8 jam lebih setiap hari. Setelah 4 tahun bekerja dengan posisi yang tidak semestinya, jadilah demikian , tubuh membentuk pola postur baru.   

Apa penyebabnya ?  Nyeri yang timbul, kemungkinan besar ada saraf yang terjepit. Mengapa bisa terjepit ? Karena posisi leher yang tidak semestinya. Mengapa bisa demikian ? Paling sering, karena kebiasaan , karena pekerjaan yang membentuk leher kita keluar dari posisi yang seharusnya.

Pada jaman modern saat ini, dimana setiap hari kita menatap komputer, tanpa terasa, membuat kepala kita maju ke depan dan sering melewati batas toleransi tubuh. Apakah bisa dihindari ? Bisa ya bisa tidak.  Kami di Sanctuary Mind, berpendapat bahwa kalau kita harus bekerja terus menerus dengan posisi postur yang salah, maka kita harus punya cara untuk menetralisir kesalahan tersebut. Saya sendiri tidak mungkin meninggalkan komputer, dan pasti banyak orang yang seperti saya.  

Kami menganjurkan untuk olah raga yang cukup dan kalau diperlukan gunakan alat bantu untuk leher misal COLAR DISK DR , banyak klien yang terbantu, bahkan ada klien yang membeli alat tersebut karena dapat rekomendasi dari dokter di Singapura.

Keprihatinan kami, walaupun kebijakan keamanan dan kesehatan kerja selalu di dengungkan, terutama di perusahaan besar, tetapi umumnya adalah pencegahan kecelakaan kerja. Kesehatan postur dan otot , belum pernah saya dengar diterapkan. Banyak klien kami dari kalangan perbankan, dimana setiap hari duduk berhadapan dengan komputer lebih dari 8 jam, akibatnya ? Nyeri punggung ( low back pain), nyeri leher, nyeri bahu (frozen shoulder)  dan jari (carpal tunnel syndrome)  bahkan nyeri pada telapak kaki dan tumit (plantar faciitis).

Bagaimana  Terapi di Sanctuary Mind ? Sesuai moto kami, kami  membantu klien dengan keluhan nyeri leher ataupun tengeng tanpa obat dan operasi. Tingkat keberhasilan diatas 90%.

salam,
Sanctuary Mind

"Dokter masa depan, tidak akan memberikan obat, tetapi akan mencegah penyakit  pasiennya dengan pendekatan kemanusiaan, dengan pengaturan pola makan (diet) dan pengetahuan akan pencegahan penyakit. "
(Thomas Alva Edison, 1847-1931. Penemu) 


Kapan waktu terbaik untuk terapi ke Sanctuary Mind? Klik di sini

Lihat testimoni yang lain? Klik di sini 
Info tentang biaya terapi? Klik di sini

Info mengenai apa dan bagaimana terapi kami ? Klik di sini


Baca juga testimoni berikut :

1. Ibu Kartika, Nyeri Cenut - Cenut di Leher Akibat Kecetit 
2. Bp. Samsul Ma'arif, Nyeri Belikat (Entong - Entong) dan Pangkal Leher

DISCLAIMER
Tidak ada jaminan, bahwa efek positif dari terapi bisa langsung dirasakan pada setiap klien. Hasil terapi, bisa berbeda - beda pada setiap klien.

Comments

Popular posts from this blog

BEDA KECETIT DAN SARAF TERJEPIT

Banyak ditemui kerancuan antara istilah kecetit dan saraf terjepit. Kecetit adalah masalah nyeri, tegang otot, biasa disebut spasme otot. Kecetit, biasanya jauh lebih mudah disembuhkan.

Posisi kecetit , bisa di punggung, pinggul, bahkan di perut. Kecetit umumnya akibat  berusaha menjangkau benda dengan posisi yang tidak benar. Misal, seorang klien kecetit di perut, sehingga kalau berjalan tegak , otot perut ketarik dan nyeri. Setelah diskusi, baru kami ketahui bahwa ibu tersebut mengambil buku yang jatuh ketika beribadah, tetapi karena terhalang bangku depan maka susah dijangkau, tetapi tetap dipaksakan, akhirnya terjadilah kecetit.

Selain itu, penyebab lain adalah salah posisi duduk, tidur, mengangkat benda, bahkan leher tengeng (nyeri leher) pada beberapa kasus juga masuk kategori kecetit. 
Bagaimana dengan saraf terjepit ? Kalau saraf terjepit, ini sudah masalah struktural dan mekanikal tubuh. Terjadi di tulang belakang, paling banyak terjadi di punggung bawah (lumbar) maka sering…

KENA SARAF KEJEPIT (HNP) , NYERI SEPERTI KESETRUM DARI PUNGGUNG SAMPAI KAKI

Berikut penuturan Bp . Mulyono Hadi Purwanto, dari Surabaya.

" Awalnya saya mengalami kecelakaan lalu lintas, dimana saya naik sepeda, ditabrak sepeda motor dan saya jatuh dengan pinggul kena aspal terlebih dahulu. Tetapi kejadian itu saya anggap biasa dan saya merasa tidak ada keluhan berarti.  Beberapa hari kemudian , saat saya sedang bekerja, saya merasa sakit di punggung bawah yang menjalar sampai kaki dan segera saya pulang untuk  istirahat. Besok paginya saya tidak bisa berdiri, lutut lemas dan punggung bawah sampai punggung kaki terasa nyeri seperti kena setrum listrik.
Sebagai pertolongan pertama , saya berobat  ke tukang pijat sangkal putung, dan hari itu juga saya bisa berjalan lagi, walaupun tidak normal seperti sediakala. Setelah pijat 3 x, tukang pijat menyerah, karena dikatakan darah tidak mengalir dengan normal ke bagian kaki. 
Selanjutnya selama 4 bulan berikutnya saya ke dokter dan setiap minggu kontrol, tetapi belum ada kemajuan. Rasa nyeri seperti kesetrum da…

TERHINDAR OPERASI LUTUT

Berikut sharing dari Ibu Yoga, Surabaya. Beliau datang terapi pada Agustus 2017. Keluhan beliau adalah nyeri lutut yang menurut diagnosa dokter terjadi pengapuran atau Osteoarthritis. Berikut penuturan Ibu Yoga :
" Usia saya sekarang mendekati 66 thn. Sejak usia 53 thn, saya sudah merasakan gangguan nyeri pada lutut. Mungkin penyebabnya berat badan saya. Mulai saat itu, saya mulai konsumsi suplemen yang mengandung glukosamin dan kalau nyeri sudah tidak tertahankan, saya minum obat anti nyeri. Karena nyeri semakin membandel, segala macam jenis anti nyeri sudah di minum dan sampai suatu saat obat anti nyeri sudah tidak bisa membantu lagi.
Saat menginjak usia 62 tahun, untuk jalan saya sudah harus memakai tongkat. Selanjutnya , berkunjung ke dokter Orthopedi sudah menjadi langganan dan sampai berganti beberapa dokter. Berbagai macam obat sudah di minum, tetapi nyeri tetap tidak hilang. Terutama lutut kanan lebih parah daripada lutut kiri dan sudah bengkok.
Kemudian ada teman yang m…