KONSULTASI VIA WHATSAPP
Skip to main content

SENAM JURUS 'DEWA' SEMBUHKAN SEGALA MACAM PENYAKIT ?

Perkembangan internet yang semakin menjangkau semua lapisan dan wilayah , membuat pertukaran informasi semakin cepat dan mudah.

Kami di Sanctuary Mind juga sangat terbantu media internet untuk berinteraksi dengan klien.

Salah satu hal paling banyak di tanyakan klien adalah banyaknya materi senam yang mengklaim bisa menyembuhkan penyakit A,B,C dll, di sebar lewat goup  Facebook, Instagram, WA, Line , Youtube dll. Hal ini wajar ditanyakan klien, karena kebetulan metoda terapi di Sanctuary Mind adalah metoda "GERAK" , semacam senam juga. Mereka ingin tahu, apa pendapat Sanctuary Mind tentang banyaknya metoda Senam yang mereka terima via media sosial tersebut.

Setelah kami amati, memang ada yang mungkin kesannya sangat luar biasa.  Senam yang di perkenalkan sepeti SENAM "DEWA", semua penyakit bisa sembuh katanya. Saat kami di tanya klien apakah benar Senam tersebut bisa menyembuhkan segala macam penyakit? Jawaban kami adalah" Silahkan tanya ke pencipta senam tersebut?" Kami tidak akan mencampuri pendapat orang lain , sang pencipta senam tersebut.

Di Sanctuary Mind, gerakan yang di berikan ke klien sangat tergantung dari keluhan klien, jadi sangat bisa terjadi,  gerakan untuk setiap klien berbeda, tergantung fokus keluhan. Kami tegaskan , kami tidak punya senam tingkat "DEWA", yang bisa menyembuhkan segala macam penyakit.

Durasi senam di Sanctuary Mind, berkisar total 1 jam, bukan 1 menit dan terdiri lebih dari 5 gerakan bukan 1 gerakan. 

Di Sanctuary Mind , gerakan yg di berikan berdasarkan diagnosa , artinya kami harus tahu kondisi klien dan baru bisa kami ketahui penyebab nyerinya. Atas dasar itulah gerakan yang sesuai kami berikan untuk memperbaiki masalah yang menjadi penyebab nyeri.

Beberapa klien menyebut gerakan Sanctuary Mind seperti senam tingkat "DEWA", karena keluhan nyeri mereka bertahun - tahun yang tanpa solusi, akhirnya bisa sembuh dengan melakukan gerakan yang kami berikan. Sekali lagi kami tegaskan, kami tidak punya senam tingkat "DEWA". Mereka sembuh karena dengan melakukan gerakan yang diberikan Sanctuary Mind. yang berdasarkan diagnosa yang tepat. Sehingga sangat wajar keluhan akan hilang, ketika penyebab keluhan tersebut sudah di hilangkan dengan melakukan gerakan yang diberikan Sanctuary Mind.

Salam,
sanctuary mind

"Dokter masa depan, tidak akan memberikan obat, tetapi akan mencegah penyakit  pasiennya dengan pendekatan kemanusiaan, dengan pengaturan pola makan (diet) dan pengetahuan akan pencegahan penyakit. "
(Thomas Alva Edison, 1847-1931. Penemu) 


Kapan waktu terbaik untuk terapi ke Sanctuary Mind? Klik di sini

Lihat testimoni yang lain? Klik di sini 
Info tentang biaya terapi? Klik di sini

Info mengenai apa dan bagaimana terapi kami ? Klik di sini


DISCLAIMER
Tidak ada jaminan, bahwa efek positif dari terapi bisa langsung dirasakan pada setiap klien. Hasil terapi, bisa berbeda - beda pada setiap klien.

Comments

Popular posts from this blog

BEDA KECETIT DAN SARAF TERJEPIT

Banyak ditemui kerancuan antara istilah kecetit dan saraf terjepit. Kecetit adalah masalah nyeri, tegang otot, biasa disebut spasme otot. Kecetit, biasanya jauh lebih mudah disembuhkan.

Posisi kecetit , bisa di punggung, pinggul, bahkan di perut. Kecetit umumnya akibat  berusaha menjangkau benda dengan posisi yang tidak benar. Misal, seorang klien kecetit di perut, sehingga kalau berjalan tegak , otot perut ketarik dan nyeri. Setelah diskusi, baru kami ketahui bahwa ibu tersebut mengambil buku yang jatuh ketika beribadah, tetapi karena terhalang bangku depan maka susah dijangkau, tetapi tetap dipaksakan, akhirnya terjadilah kecetit.

Selain itu, penyebab lain adalah salah posisi duduk, tidur, mengangkat benda, bahkan leher tengeng (nyeri leher) pada beberapa kasus juga masuk kategori kecetit. 
Bagaimana dengan saraf terjepit ? Kalau saraf terjepit, ini sudah masalah struktural dan mekanikal tubuh. Terjadi di tulang belakang, paling banyak terjadi di punggung bawah (lumbar) maka sering…

KENA SARAF KEJEPIT (HNP) , NYERI SEPERTI KESETRUM DARI PUNGGUNG SAMPAI KAKI

Berikut penuturan Bp . Mulyono Hadi Purwanto, dari Surabaya.

" Awalnya saya mengalami kecelakaan lalu lintas, dimana saya naik sepeda, ditabrak sepeda motor dan saya jatuh dengan pinggul kena aspal terlebih dahulu. Tetapi kejadian itu saya anggap biasa dan saya merasa tidak ada keluhan berarti.  Beberapa hari kemudian , saat saya sedang bekerja, saya merasa sakit di punggung bawah yang menjalar sampai kaki dan segera saya pulang untuk  istirahat. Besok paginya saya tidak bisa berdiri, lutut lemas dan punggung bawah sampai punggung kaki terasa nyeri seperti kena setrum listrik.
Sebagai pertolongan pertama , saya berobat  ke tukang pijat sangkal putung, dan hari itu juga saya bisa berjalan lagi, walaupun tidak normal seperti sediakala. Setelah pijat 3 x, tukang pijat menyerah, karena dikatakan darah tidak mengalir dengan normal ke bagian kaki. 
Selanjutnya selama 4 bulan berikutnya saya ke dokter dan setiap minggu kontrol, tetapi belum ada kemajuan. Rasa nyeri seperti kesetrum da…

TERHINDAR OPERASI LUTUT

Berikut sharing dari Ibu Yoga, Surabaya. Beliau datang terapi pada Agustus 2017. Keluhan beliau adalah nyeri lutut yang menurut diagnosa dokter terjadi pengapuran atau Osteoarthritis. Berikut penuturan Ibu Yoga :
" Usia saya sekarang mendekati 66 thn. Sejak usia 53 thn, saya sudah merasakan gangguan nyeri pada lutut. Mungkin penyebabnya berat badan saya. Mulai saat itu, saya mulai konsumsi suplemen yang mengandung glukosamin dan kalau nyeri sudah tidak tertahankan, saya minum obat anti nyeri. Karena nyeri semakin membandel, segala macam jenis anti nyeri sudah di minum dan sampai suatu saat obat anti nyeri sudah tidak bisa membantu lagi.
Saat menginjak usia 62 tahun, untuk jalan saya sudah harus memakai tongkat. Selanjutnya , berkunjung ke dokter Orthopedi sudah menjadi langganan dan sampai berganti beberapa dokter. Berbagai macam obat sudah di minum, tetapi nyeri tetap tidak hilang. Terutama lutut kanan lebih parah daripada lutut kiri dan sudah bengkok.
Kemudian ada teman yang m…