KONSULTASI VIA WHATSAPP
Skip to main content

TIDAK JADI OPERASI SARAF KEJEPIT (HNP), PADAHAL SUDAH DALAM ANTRIAN


Bp. Gatot Ristijono, Mengemudi Surabaya - Denpasar PP
Berikut  testimoni Bp. Gatot Ristijono, Surabaya. Beliau datang terapi bulan September 2014. 
  Keluhan yang dialami : nyeri akibat Saraf Kejepit dan sudah antri untuk menunggu operasi saraf kejepit, akhirnya tidak jadi operasi setelah melakukan terapi Sanctuary Mind .


Berikut penuturan Bp. Gatot Ristijono :
 
"Terima kasih sebelumnya, saya di beri kesempatan untuk bisa berbagi Testimoni / memberikan kesaksian yang saya alami sendiri.

1)Seperti dalam keseharian saya melakukan aktifitas rutin :
Bulan Agustus 2014, pagi hari.. saya siap berangkat kerja... saya mau mengeluarkan sepeda motor untuk berangkat bekerja.. tiba - tiba mendadak saya tidak bisa berdiri dan saya langsung duduk di lantai.. selang beberapa lama, sekitar 5 menit saya merasa kesakitan di belakang punggung, sampai telapak kaki, sangat  nyeri sampai saya tidak bisa duduk dan saya harus terlentang di lantai.. untuk masuk ke tempat kamar, saya harus diangkat dan di gendong. Dalam keadaan sakit, saya cuman bisa telentang di tempat tidur. 
Untuk pengobatan , awalnya saya lakukan pijat, tapi tidak ada kemajuan, malah semakin sakit semua. Selanjutnya periksa ke dokter specialis bedah syaraf, dari hasil pemeriksaan. dan melihat hasil MRI, dokter specialis bedah syaraf bilang, ini harus di operasi, karena urat saraf kejepit dan sudah sobek (istilah kedokteran HNP), dan perlu istirahat total 6 bulan. 

Dengan berbagai pertimbangan, selanjutnya  istri saya mengurus persiapan untuk operasi, kurang lebih hampir 3 minggu saya harus bolak balik ke rumah sakit, untuk  pemeriksaan semua hal menjelang operasi. Sambil menunggu jadwal antri operasi, keseharian, saya berjalan tertatih tatih memakai tongkat sebagai alat bantu berjalan, meskipun masih sakit. Hanya saja,  paling jauh 10 meter sudah sakit dan harus duduk istirahat dulu baru bisa jalan lagi.

2)Saya ke Sanctuary Mind sekitar awal September 2014
  Saya mengetahui  Sanctuary Mind dari manager atasan istri saya.

3)Kondisi saya waktu pertama datang di Sanctuary Mind saya masih berjalan tertatih-tatih sakit.

4)Pada saat pertama-tama melakukan terapi di Sanctuary Mind terasa lumayan agak sulit tapi saran dari Bp.Dominicus yang terus memberi semangat mendorong saya meneruskan terapi Sanctuary Mind dan setelah saya menyelesaikan latihan, sungguh terasa ada perubahan lumayan, lebih baik dibanding sebelum terapi.

5)Saya melakukan terapi di rumah setiap hari 1 x, selama 1 jam. Pada hari ke 14, saya merasakan semua anggota tubuh gerakan - gerakan  terasa enak dan bisa digerakan tanpa sakit.

6) Melanjutkan terapi di rumah 2 hari sekali setiap hari, selama 1 jam. Setelah 14 hari, saya merasakan sungguh benar sehat dan normal pada tubuh,  saya terasa sangat nyaman tanpa sakit.

7) Pada awal - awal melakukan terapi, memang agak kaku dan pada hari ke 4, semua latihan terapi berjalan dengan lebih baik dan nyaman.

8) Saya ke Sanctuary Mind datang hanya 1x pertemuan. Selanjutnya saya melakukan terapi sendiri di rumah.

Demikian Testimoni/kesaksian yang saya alami sendiri biar bisa menjadi semangat dan motivasi bagi banyak orang.













salam,
Gatot Ristijono"


Saat artikel ini kami buat, Bp. Gatot Ristijono, baru saja pulang liburan dari pulau Bali. Beliau mengemudikan mobil sendiri dari Surabaya ke Denpasar pulang pergi dengan tanpa keluhan nyeri. "Saya mengikuti Terapi yang diajarkan Pak Dominicus , Semua ini terjadi  karena kemurahan Tuhan" ujar Bp. Gatot Ristijono


Bp. Gatot Ristijono
Kondisi klien seperti diatas, sungguh membahagiakan kami. Ada beberapa klien kami yang datang terapi, ternyata karena melihat langsung kondisi Bp. Gatot, sebelum dan sesudah terapi di Sanctuary Mind.

Klien hanya cukup 1x datang terapi, itulah harapan kami. Biaya terapi kalau dibanding dengan biaya operasi kurang dari 1%.  Sungguh sangat murah.

Semangat, kemauan  dan kesediaan klien untuk terapi secara mandiri di rumah adalah syarat utama untuk sembuh.

Selamat buat Bp. Gatot Ristijono.

salam,
sanctuary mind

"Dokter masa depan, tidak akan memberikan obat, tetapi akan mencegah penyakit  pasiennya dengan pendekatan kemanusiaan, dengan pengaturan pola makan (diet) dan pengetahuan akan pencegahan penyakit. "
(Thomas Alva Edison, 1847-1931. Penemu) 


Kapan waktu terbaik untuk terapi ke Sanctuary Mind? Klik di sini

Lihat testimoni yang lain? Klik di sini 
Info tentang biaya terapi? Klik di sini

Info mengenai apa dan bagaimana terapi kami ? Klik di sini

DISCLAIMER
Tidak ada jaminan, bahwa efek positif dari terapi bisa langsung dirasakan pada setiap klien. Hasil terapi, bisa berbeda - beda pada setiap klien.  

Comments

Popular posts from this blog

KENA SARAF KEJEPIT (HNP) , NYERI SEPERTI KESETRUM DARI PUNGGUNG SAMPAI KAKI

Berikut penuturan Bp . Mulyono Hadi Purwanto, dari Surabaya.

" Awalnya saya mengalami kecelakaan lalu lintas, dimana saya naik sepeda, ditabrak sepeda motor dan saya jatuh dengan pinggul kena aspal terlebih dahulu. Tetapi kejadian itu saya anggap biasa dan saya merasa tidak ada keluhan berarti.  Beberapa hari kemudian , saat saya sedang bekerja, saya merasa sakit di punggung bawah yang menjalar sampai kaki dan segera saya pulang untuk  istirahat. Besok paginya saya tidak bisa berdiri, lutut lemas dan punggung bawah sampai punggung kaki terasa nyeri seperti kena setrum listrik.
Sebagai pertolongan pertama , saya berobat  ke tukang pijat sangkal putung, dan hari itu juga saya bisa berjalan lagi, walaupun tidak normal seperti sediakala. Setelah pijat 3 x, tukang pijat menyerah, karena dikatakan darah tidak mengalir dengan normal ke bagian kaki. 
Selanjutnya selama 4 bulan berikutnya saya ke dokter dan setiap minggu kontrol, tetapi belum ada kemajuan. Rasa nyeri seperti kesetrum da…

BEDA KECETIT DAN SARAF TERJEPIT

Banyak ditemui kerancuan antara istilah kecetit dan saraf terjepit. Kecetit adalah masalah nyeri, tegang otot, biasa disebut spasme otot. Kecetit, biasanya jauh lebih mudah disembuhkan.

Posisi kecetit , bisa di punggung, pinggul, bahkan di perut. Kecetit umumnya akibat  berusaha menjangkau benda dengan posisi yang tidak benar. Misal, seorang klien kecetit di perut, sehingga kalau berjalan tegak , otot perut ketarik dan nyeri. Setelah diskusi, baru kami ketahui bahwa ibu tersebut mengambil buku yang jatuh ketika beribadah, tetapi karena terhalang bangku depan maka susah dijangkau, tetapi tetap dipaksakan, akhirnya terjadilah kecetit.

Selain itu, penyebab lain adalah salah posisi duduk, tidur, mengangkat benda, bahkan leher tengeng (nyeri leher) pada beberapa kasus juga masuk kategori kecetit. 
Bagaimana dengan saraf terjepit ? Kalau saraf terjepit, ini sudah masalah struktural dan mekanikal tubuh. Terjadi di tulang belakang, paling banyak terjadi di punggung bawah (lumbar) maka sering…

TERHINDAR OPERASI LUTUT

Berikut sharing dari Ibu Yoga, Surabaya. Beliau datang terapi pada Agustus 2017. Keluhan beliau adalah nyeri lutut yang menurut diagnosa dokter terjadi pengapuran atau Osteoarthritis. Berikut penuturan Ibu Yoga :
" Usia saya sekarang mendekati 66 thn. Sejak usia 53 thn, saya sudah merasakan gangguan nyeri pada lutut. Mungkin penyebabnya berat badan saya. Mulai saat itu, saya mulai konsumsi suplemen yang mengandung glukosamin dan kalau nyeri sudah tidak tertahankan, saya minum obat anti nyeri. Karena nyeri semakin membandel, segala macam jenis anti nyeri sudah di minum dan sampai suatu saat obat anti nyeri sudah tidak bisa membantu lagi.
Saat menginjak usia 62 tahun, untuk jalan saya sudah harus memakai tongkat. Selanjutnya , berkunjung ke dokter Orthopedi sudah menjadi langganan dan sampai berganti beberapa dokter. Berbagai macam obat sudah di minum, tetapi nyeri tetap tidak hilang. Terutama lutut kanan lebih parah daripada lutut kiri dan sudah bengkok.
Kemudian ada teman yang m…