KONSULTASI VIA WHATSAPP
Skip to main content

BEDA NYERI AKUT DAN NYERI KRONIS

Setiap ada telepon dari klien, selalu ada  hal penting yang kami tanyakan , yaitu : sejak kapan nyeri terjadi dan apa pemicunya. Dari jawaban klien tersebut , kami bisa kategorikan klien menderita nyeri akut atau kronis.

Apa perbedaan utama dari nyeri akut dan kronis ?  yaitu waktu atau durasi nyeri yang sudah dialami. Karena kami fokus nyeri akibat otot dan sendi, jadi kalau nyeri lebih dari 2 minggu tanpa ada perbaikan kondisi, kami sebut kronis. Jika kurang dari 2 minggu kami sebut akut.

Dari pengalaman kami, nyeri akut cenderung lebih terus terang , konstan dan lebih mudah untuk ditelusuri penyebabnya. Misal, angkat beban, keseleo, tertimpa benda , jatuh dll.

Berbeda dengan nyeri kronis, seringkali  tidak terus terang, karena pada saat tertentu nyeri , tetapi saat tertentu hilang. Seringkali pula ,  nyeri terjadi setelah aktifitas tertentu, misal : nyeri terjadi jika berdiri lebih dari 5 menit, sedangkan jika kurang dari 5 menit, tidak nyeri.  Atau seringkali pula nyeri hanya terjadi malam hari, sedangkan pagi hari sembuh.

Nyeri kronis bisa terjadi bertahun - tahun. Jadi tidak heran , klien dengan nyeri kronis, sering frustasi, karena saat berobat, selalu ditanya , apakah saat ini nyeri, dan nyerinya dimana ? Padahal saat datang ke tempat terapi,  nyeri sedang tidak muncul. Yang sering membingungkan pula, sering nyeri pindah lokasi atau menjalar, misal nyeri dari punggung sampai jari kaki.

Pengobatan yang cenderung dengan metoda fisik atau symptomatik (hanya mengobati gejalanya saja) , misal pijat dan atau  alat terapi, tentu akan kesulitan. Ada klien yang datang ke tempat kami dengan kondisi kulit biru - biru  gelap seperti gosong,  dari pinggang sampai kaki, ternyata akibat pijat dan terapi dengan alat yang digosok  yang katanya bisa menghilangkan nyeri. Mengapa bisa demikian ? Karena nyeri tidak jelas , jadi terapis  melakukan terapi pijat maupun alat pada lokasi yang di duga nyeri sepanjang punggung sampai jari kaki.

Banyak klien dengan nyeri kronis, selama sesi terapi, bisa bercerita banyaknya pengobatan yang dilakukan. Obat  membantu hanya sementara, jika efek obat habis, nyeri akan muncul lagi. 

Mengapa nyeri kronis terjadi ? Menurut kami karena pengobatan atau terapi tidak mampu menemukan dan mengobati penyebab terjadinya nyeri, mereka hanya sibuk meredakan nyeri . Jika hal demikian terjadi, maka tidak heran, nyeri akan kambuh kembali. 

Bagaimana dengan terapi Sanctuary Mind ?  Kami mencari penyebab nyeri,  mengapa klien nyeri, jika kami ketahui dan bisa bantu, maka kami akan lakukan terapi, jika tidak, maka kami akan tolak klien, agar tidak buang waktu dan biaya terapi di tempat kami. 

Banyak klien yang telah kami tolak, karena penyebab nyerinya bukan hal bisa kami bantu. Misal : nyeri karena diabetes, infeksi , virus, tumor, kanker , osteoporosis, hormonal, autoimune dll. Kejujuran dan keterbukaan klien menceritakan keluhan, dan pengobatan apa saja yang telah dilakukan, akan sangat membantu kami untuk menganalisa penyebab nyeri. 

99 %  klien yang datang ke tempat kami adalah klien yang menderita nyeri kronis. Ada klien yang datang ke tempat kami, menderita nyeri lutut selama 30 tahun. Jika minum obat bisa beraktifitas jika tidak maka akan nyeri dan tidak mampu beraktifitas. Super kronis.

salam,
sanctuary mind

"Dokter masa depan, tidak akan memberikan obat, tetapi akan mencegah penyakit  pasiennya dengan pendekatan kemanusiaan, dengan pengaturan pola makan (diet) dan pengetahuan akan pencegahan penyakit. "
(Thomas Alva Edison, 1847-1931. Penemu) 

Kapan waktu terbaik untuk terapi ke Sanctuary Mind? Klik di sini

Lihat testimoni yang lain? Klik di sini 
Info tentang biaya terapi? Klik di sini

Info mengenai apa dan bagaimana terapi kami ? Klik di sini

DISCLAIMER
Tidak ada jaminan, bahwa efek positif dari terapi bisa langsung dirasakan pada setiap klien. Hasil terapi, bisa berbeda - beda pada setiap klien.

Comments

Popular posts from this blog

KENA SARAF KEJEPIT (HNP) , NYERI SEPERTI KESETRUM DARI PUNGGUNG SAMPAI KAKI

Berikut penuturan Bp . Mulyono Hadi Purwanto, dari Surabaya.

" Awalnya saya mengalami kecelakaan lalu lintas, dimana saya naik sepeda, ditabrak sepeda motor dan saya jatuh dengan pinggul kena aspal terlebih dahulu. Tetapi kejadian itu saya anggap biasa dan saya merasa tidak ada keluhan berarti.  Beberapa hari kemudian , saat saya sedang bekerja, saya merasa sakit di punggung bawah yang menjalar sampai kaki dan segera saya pulang untuk  istirahat. Besok paginya saya tidak bisa berdiri, lutut lemas dan punggung bawah sampai punggung kaki terasa nyeri seperti kena setrum listrik.
Sebagai pertolongan pertama , saya berobat  ke tukang pijat sangkal putung, dan hari itu juga saya bisa berjalan lagi, walaupun tidak normal seperti sediakala. Setelah pijat 3 x, tukang pijat menyerah, karena dikatakan darah tidak mengalir dengan normal ke bagian kaki. 
Selanjutnya selama 4 bulan berikutnya saya ke dokter dan setiap minggu kontrol, tetapi belum ada kemajuan. Rasa nyeri seperti kesetrum da…

BEDA KECETIT DAN SARAF TERJEPIT

Banyak ditemui kerancuan antara istilah kecetit dan saraf terjepit. Kecetit adalah masalah nyeri, tegang otot, biasa disebut spasme otot. Kecetit, biasanya jauh lebih mudah disembuhkan.

Posisi kecetit , bisa di punggung, pinggul, bahkan di perut. Kecetit umumnya akibat  berusaha menjangkau benda dengan posisi yang tidak benar. Misal, seorang klien kecetit di perut, sehingga kalau berjalan tegak , otot perut ketarik dan nyeri. Setelah diskusi, baru kami ketahui bahwa ibu tersebut mengambil buku yang jatuh ketika beribadah, tetapi karena terhalang bangku depan maka susah dijangkau, tetapi tetap dipaksakan, akhirnya terjadilah kecetit.

Selain itu, penyebab lain adalah salah posisi duduk, tidur, mengangkat benda, bahkan leher tengeng (nyeri leher) pada beberapa kasus juga masuk kategori kecetit. 
Bagaimana dengan saraf terjepit ? Kalau saraf terjepit, ini sudah masalah struktural dan mekanikal tubuh. Terjadi di tulang belakang, paling banyak terjadi di punggung bawah (lumbar) maka sering…

TERHINDAR OPERASI LUTUT

Berikut sharing dari Ibu Yoga, Surabaya. Beliau datang terapi pada Agustus 2017. Keluhan beliau adalah nyeri lutut yang menurut diagnosa dokter terjadi pengapuran atau Osteoarthritis. Berikut penuturan Ibu Yoga :
" Usia saya sekarang mendekati 66 thn. Sejak usia 53 thn, saya sudah merasakan gangguan nyeri pada lutut. Mungkin penyebabnya berat badan saya. Mulai saat itu, saya mulai konsumsi suplemen yang mengandung glukosamin dan kalau nyeri sudah tidak tertahankan, saya minum obat anti nyeri. Karena nyeri semakin membandel, segala macam jenis anti nyeri sudah di minum dan sampai suatu saat obat anti nyeri sudah tidak bisa membantu lagi.
Saat menginjak usia 62 tahun, untuk jalan saya sudah harus memakai tongkat. Selanjutnya , berkunjung ke dokter Orthopedi sudah menjadi langganan dan sampai berganti beberapa dokter. Berbagai macam obat sudah di minum, tetapi nyeri tetap tidak hilang. Terutama lutut kanan lebih parah daripada lutut kiri dan sudah bengkok.
Kemudian ada teman yang m…