KONSULTASI VIA WHATSAPP
Skip to main content

MENINGGAL KARENA OVERDOSIS OBAT PENGHILANG RASA SAKIT

Berikut berita yang kami kutip dari VOA

Musisi Prince pada saat tampil dalam pertunjukan di Inggris, 3 Juli 2011 (foto: dok).
Media melaporkan tes menunjukkan bintang pop Amerika Prince meninggal karena overdosis opioid, obat penghilang rasa sakit sebelum ia bertemu dengan seorang penasihat anti kecanduan obat.

Harian di kota asal Prince, Minneapolis Star-Tribune, dan kantor berita lainnya memuat laporan itu dengan mengutip sumber-sumber yang tidak disebutkan namanya.

Prince yang nama aslinya adalah Prince Rogers Nelson, ditemukan mati di rumah mewahnya di Paisley Park di luar kota Minneapolis tanggal 21 April.

Prince sebelumnya menjalani perawatan karena overdosis obat penghilang rasa sakit dan masalah-masalah kecanduan beberapa hari menjelang kematiannya. Catatan polisi menunjukkan ia bertemu dengan seorang dokter keluarga sehari sebelum meninggal.

Selain itu, sumber-sumber yang dekat dengan Prince sebelumnya menghubungi Dr. Howard Kornfeld, seorang ahli kecanduan di California untuk membantu Prince. Kornfeld tidak bisa pergi ke Minnesota ketika itu sehingga putranya, Andrew mewakilinya. Putra Kornfeld terbang dari California tanggal 20 April untuk bertemu dengan penyanyi itu keesokan harinya.

Prince ditemukan meninggal dalam sebuah elevator di rumah mewahnya pada pagi hari tanggal 21 April, pada usia 57 tahun.

Laporan laporan sebelumnya mengatakan Prince makan obat penghilang rasa sakit Percocet ketika meninggal. Percocet adalah campuran acetaminophen dan oxycodone. [my/ii]


salam,
sanctuary mind

Kapan waktu terbaik untuk terapi ke Sanctuary Mind? Klik di sini

Info mengenai apa dan bagaimana terapi kami ? Klik di sini 

Comments

Popular posts from this blog

KENA SARAF KEJEPIT (HNP) , NYERI SEPERTI KESETRUM DARI PUNGGUNG SAMPAI KAKI

Berikut penuturan Bp . Mulyono Hadi Purwanto, dari Surabaya.

" Awalnya saya mengalami kecelakaan lalu lintas, dimana saya naik sepeda, ditabrak sepeda motor dan saya jatuh dengan pinggul kena aspal terlebih dahulu. Tetapi kejadian itu saya anggap biasa dan saya merasa tidak ada keluhan berarti.  Beberapa hari kemudian , saat saya sedang bekerja, saya merasa sakit di punggung bawah yang menjalar sampai kaki dan segera saya pulang untuk  istirahat. Besok paginya saya tidak bisa berdiri, lutut lemas dan punggung bawah sampai punggung kaki terasa nyeri seperti kena setrum listrik.
Sebagai pertolongan pertama , saya berobat  ke tukang pijat sangkal putung, dan hari itu juga saya bisa berjalan lagi, walaupun tidak normal seperti sediakala. Setelah pijat 3 x, tukang pijat menyerah, karena dikatakan darah tidak mengalir dengan normal ke bagian kaki. 
Selanjutnya selama 4 bulan berikutnya saya ke dokter dan setiap minggu kontrol, tetapi belum ada kemajuan. Rasa nyeri seperti kesetrum da…

BEDA KECETIT DAN SARAF TERJEPIT

Banyak ditemui kerancuan antara istilah kecetit dan saraf terjepit. Kecetit adalah masalah nyeri, tegang otot, biasa disebut spasme otot. Kecetit, biasanya jauh lebih mudah disembuhkan.

Posisi kecetit , bisa di punggung, pinggul, bahkan di perut. Kecetit umumnya akibat  berusaha menjangkau benda dengan posisi yang tidak benar. Misal, seorang klien kecetit di perut, sehingga kalau berjalan tegak , otot perut ketarik dan nyeri. Setelah diskusi, baru kami ketahui bahwa ibu tersebut mengambil buku yang jatuh ketika beribadah, tetapi karena terhalang bangku depan maka susah dijangkau, tetapi tetap dipaksakan, akhirnya terjadilah kecetit.

Selain itu, penyebab lain adalah salah posisi duduk, tidur, mengangkat benda, bahkan leher tengeng (nyeri leher) pada beberapa kasus juga masuk kategori kecetit. 
Bagaimana dengan saraf terjepit ? Kalau saraf terjepit, ini sudah masalah struktural dan mekanikal tubuh. Terjadi di tulang belakang, paling banyak terjadi di punggung bawah (lumbar) maka sering…

TERHINDAR OPERASI LUTUT

Berikut sharing dari Ibu Yoga, Surabaya. Beliau datang terapi pada Agustus 2017. Keluhan beliau adalah nyeri lutut yang menurut diagnosa dokter terjadi pengapuran atau Osteoarthritis. Berikut penuturan Ibu Yoga :
" Usia saya sekarang mendekati 66 thn. Sejak usia 53 thn, saya sudah merasakan gangguan nyeri pada lutut. Mungkin penyebabnya berat badan saya. Mulai saat itu, saya mulai konsumsi suplemen yang mengandung glukosamin dan kalau nyeri sudah tidak tertahankan, saya minum obat anti nyeri. Karena nyeri semakin membandel, segala macam jenis anti nyeri sudah di minum dan sampai suatu saat obat anti nyeri sudah tidak bisa membantu lagi.
Saat menginjak usia 62 tahun, untuk jalan saya sudah harus memakai tongkat. Selanjutnya , berkunjung ke dokter Orthopedi sudah menjadi langganan dan sampai berganti beberapa dokter. Berbagai macam obat sudah di minum, tetapi nyeri tetap tidak hilang. Terutama lutut kanan lebih parah daripada lutut kiri dan sudah bengkok.
Kemudian ada teman yang m…