KONSULTASI VIA WHATSAPP
Skip to main content

PENTINGNYA SECOND OPINION DALAM PENYEMBUHAN NYERI

Karena kami fokus di bidang nyeri, maka judul artikel,  kami buat yang berhubungan dengan nyeri. Padahal sepengetahuan kami, second opinion atau pendapat kedua atau pendapat lain, sangat diperlukan para klien yang merasa pengobatan yang telah dilakukan belum mendapatkan hasil atau belum maksimal.

Ada acara di TV yang menggambarkan pentingnya second opinion yaitu acara " Monster Inside Me" ditayangkan oleh Animal Planet. Setiap episode adalah kisah nyata dari banyak orang yang menderita gejala atau symptom yang sepertinya sepele, tetapi karena diagnosis yang tidak tepat, justru makin parah . Bahkan sampai tindakan operasi harus dilakukan, bukannya sembuh, tetapi lebih memperburuk kedaan. Mengapa ? Hanya 1 jawabannya: "KEGAGALAN MENEGAKKAN DIAGNOSIS YANG BENAR"  .

Dalam acara TV tersebut, ternyata penyebab berbagai keluhan akibat adanya parasit dalam tubuh. Tetapi gejala yang di derita klien beraneka ragam dan membuat para yang berwenang menegakkan diagnosis bisa salah jika tidak hati - hati . Seringkali diperlukan pendapat dari 10, bahkan lebih, dari yang berwenang menegakkan diagnosis, baru diagnosis yang tepat ditemukan. Karena proses tersebut seringkali lama dan memakan waktu, maka banyak klien tidak tertolong dengan sempurna. Mereka sembuh tetapi dengan kondisi yang sudah cacat.

Demikian pula dalam praktek kami sehari - hari. 99% klien yang datang ke tempat kami adalah klien yang menderita nyeri dan sudah melakukan terapi atau pengobatan di tempat lain. Beberapa dari mereka bahkan sudah melakukan operasi , dan juga telah terapi berbagai macam cara dari yang logis sampai yang menurut sebagian orang tidak logis. Tetapi nyeri belum juga hilang bahkan bisa lebih parah.

Menurut kami, terapi atau pengobatan yang berhasil dimulai dari :

1. Diagnosis Yang Benar
    Pada kenyataannya, banyak yang di informasikan
   kepada klien bukannya diagnosis, tetapi kondisi ,
   misal saraf kejepit, itu kondisi, bukan diagnosis.
   Diagnosis harus menjawab, mengapa bisa terjadi
   kondisi saraf kejepit. 

2. Tindakan Terapi Atau Pengobatan Yang Benar
    Jika diagnosis salah, maka sangat logis tindakan
    terapi atau pengobatan akan bisa salah juga.
    Dengan dignosis yang benar, maka terapi dan
    pengobatan akan mampu memberikan hasil
    yang maksimal. Sering pula, diagnosis benar
    pun, tidak menjamin Terapi atau Pengobatan
    tersedia sesuai dengan diagnosis. 

Jadi, sebagai klien, kita harus berani dan seharusnya berhak tahu,
diagnosis yang telah diberikan. Salah satu carannya, adalah bertanya :

1. Apa Keluhan Saya ?
2. Mengapa Keluhan Saya Bisa Terjadi ?
3. Apakah Terapi dan Pengobatan Yang Akan 
    Diberikan bisa Menyembuhkan atau 
    Hanya Mengurangi Gejalanya Saja?

Jika anda sebagai klien tidak diberikan jawaban yang memuaskan untuk pertanyaan - pertanyaan diatas, ada baiknya untuk cari pendapat lain atau second opinion. Kesehatan anda sangat berharga, jangan biarkan terapi atau pengobatan diberikan oleh bukan orang yang mampu atau ahlinya.

Konsultasikan dan dapatkan second opinion dari kami, untuk masalah nyeri anda. Hub : 089 629 085 618 atau 0812 3558 5981


salam,
sanctuary mind

"Dokter masa depan, tidak akan memberikan obat, tetapi akan mencegah penyakit  pasiennya dengan pendekatan kemanusiaan, dengan pengaturan pola makan (diet) dan pengetahuan akan pencegahan penyakit. "
(Thomas Alva Edison, 1847-1931. Penemu) 


Kapan waktu terbaik untuk terapi ke Sanctuary Mind? Klik di sini
Lihat testimoni yang lain? Klik di sini 
Info tentang biaya terapi? Klik di sini

Info mengenai apa dan bagaimana terapi kami ? Klik di sini

DISCLAIMER
Tidak ada jaminan, bahwa efek positif dari terapi bisa langsung dirasakan pada setiap klien. Hasil terapi, bisa berbeda - beda pada setiap klien.  


Comments

Popular posts from this blog

BEDA KECETIT DAN SARAF TERJEPIT

Banyak ditemui kerancuan antara istilah kecetit dan saraf terjepit. Kecetit adalah masalah nyeri, tegang otot, biasa disebut spasme otot. Kecetit, biasanya jauh lebih mudah disembuhkan.

Posisi kecetit , bisa di punggung, pinggul, bahkan di perut. Kecetit umumnya akibat  berusaha menjangkau benda dengan posisi yang tidak benar. Misal, seorang klien kecetit di perut, sehingga kalau berjalan tegak , otot perut ketarik dan nyeri. Setelah diskusi, baru kami ketahui bahwa ibu tersebut mengambil buku yang jatuh ketika beribadah, tetapi karena terhalang bangku depan maka susah dijangkau, tetapi tetap dipaksakan, akhirnya terjadilah kecetit.

Selain itu, penyebab lain adalah salah posisi duduk, tidur, mengangkat benda, bahkan leher tengeng (nyeri leher) pada beberapa kasus juga masuk kategori kecetit. 
Bagaimana dengan saraf terjepit ? Kalau saraf terjepit, ini sudah masalah struktural dan mekanikal tubuh. Terjadi di tulang belakang, paling banyak terjadi di punggung bawah (lumbar) maka sering…

KENA SARAF KEJEPIT (HNP) , NYERI SEPERTI KESETRUM DARI PUNGGUNG SAMPAI KAKI

Berikut penuturan Bp . Mulyono Hadi Purwanto, dari Surabaya.

" Awalnya saya mengalami kecelakaan lalu lintas, dimana saya naik sepeda, ditabrak sepeda motor dan saya jatuh dengan pinggul kena aspal terlebih dahulu. Tetapi kejadian itu saya anggap biasa dan saya merasa tidak ada keluhan berarti.  Beberapa hari kemudian , saat saya sedang bekerja, saya merasa sakit di punggung bawah yang menjalar sampai kaki dan segera saya pulang untuk  istirahat. Besok paginya saya tidak bisa berdiri, lutut lemas dan punggung bawah sampai punggung kaki terasa nyeri seperti kena setrum listrik.
Sebagai pertolongan pertama , saya berobat  ke tukang pijat sangkal putung, dan hari itu juga saya bisa berjalan lagi, walaupun tidak normal seperti sediakala. Setelah pijat 3 x, tukang pijat menyerah, karena dikatakan darah tidak mengalir dengan normal ke bagian kaki. 
Selanjutnya selama 4 bulan berikutnya saya ke dokter dan setiap minggu kontrol, tetapi belum ada kemajuan. Rasa nyeri seperti kesetrum da…

TERHINDAR OPERASI LUTUT

Berikut sharing dari Ibu Yoga, Surabaya. Beliau datang terapi pada Agustus 2017. Keluhan beliau adalah nyeri lutut yang menurut diagnosa dokter terjadi pengapuran atau Osteoarthritis. Berikut penuturan Ibu Yoga :
" Usia saya sekarang mendekati 66 thn. Sejak usia 53 thn, saya sudah merasakan gangguan nyeri pada lutut. Mungkin penyebabnya berat badan saya. Mulai saat itu, saya mulai konsumsi suplemen yang mengandung glukosamin dan kalau nyeri sudah tidak tertahankan, saya minum obat anti nyeri. Karena nyeri semakin membandel, segala macam jenis anti nyeri sudah di minum dan sampai suatu saat obat anti nyeri sudah tidak bisa membantu lagi.
Saat menginjak usia 62 tahun, untuk jalan saya sudah harus memakai tongkat. Selanjutnya , berkunjung ke dokter Orthopedi sudah menjadi langganan dan sampai berganti beberapa dokter. Berbagai macam obat sudah di minum, tetapi nyeri tetap tidak hilang. Terutama lutut kanan lebih parah daripada lutut kiri dan sudah bengkok.
Kemudian ada teman yang m…